Salam Namaste, India!

Suatu sore, seorang teman saya bertanya, “kemana sih impian liburan kamu? kecuali eropa?”

“INDIA, sahutku.

“Ngapain India? Kamu pikir kondisi geografis India itu sama dengan yang terlihat pada Film Bolywoodnya?”

Begini skemanya,

Berkunjung ke destinasi dengan pemandangan menakjubkan sepertinya sudah biasa dilakukan, namun berkunjung ke tempat dengan padat penduduk, ibu-ibu mandi dikali yang berada pinggir jalan bahkan mencuci baju, sapi berkeliaran di jalanan, desak-desakan dengan manusia, pride warga-nya akan kebangsaan masih tinggi (bangga pake produk dalam negeri termasuk bolywoodnya, cuy), anak-anak muda yang masih suka memakai cara berpakaian khas india seperti shalwar kameez dan tak ketinggalan dupatta. Interaksi sosial seperti inilah yang ingin saya lihat langsung, sebelumnya saya hanya melihat hal ini di film Slumdog Millionaire dan Peekay.

“Suatu saat saya pasti akan menyempatkan diri berkunjung ke India, negara yang identik dengan agama Hindu tersebut”.

Teman saya masih heran dan kemudian tertawa.

Saya tak peduli streotip yang berkembang tentang India, saya tetap ingin ke India dan memulai petualangan perjalanan disana walaupun banyak artikel yang menyebutkan bahwa wisatawan perempuan diminta untuk ekstra hati-hati. Berikut hal-hal yang mendorong saya ingin ke India :

1.Saya akan  menonton  Film Bolywood di bioskop Mumbai

Film-film Bolywood sempat memuncak di Indonesia pada permulaan tahun 2000. Saya adalah salah satu diantara masyarakat yang mengikuti fenomena film-film tersebut. Kehidupan masyarakat, pemuda, dan percintaan, semua tergambar seimbang dengan balutan budaya yang khas.

photo by movies4you.com
photo by movies4you.com
Saya baru sadar, film India punya arti besar dalam masa-masa remaja saya karena pasca Kuch-Kuch Hota Hai, perfilman India mendapatkan ketenaran hebat yang belum pernah mereka dapatkan sebelumnya dan saya ikut terhipnotis. Saya mengetahui tempat-tempat indah di pelosok dunia karena film Bolywood, seperti Taman jembatan Broklyn di film Kal Ho Na Ho, Santorini lewat film Chalte-Chalte 

Saya penasaran, bagaimana menari dan bernyanyi ala film Bolywood diterapkan di India dan untuk itu juga saya ingin melihat langsung di sana.

2. Saya ingin menggunakan Sari

photo by: mohr-mcpherson.com
photo by: mohr-mcpherson.com
Jika keseharian saya identik dengan jeans, kaos dan kemeja, keseharian gadis-gadis India identik dengan Sari. Melihat gadis film-film India yang menggunakan Sari, saya tertarik ingin mencoba menggunakannya, terlihat feminim dan anggun.

3. Memakai Aksesoris, Bindi dan Henna

photo by rebloggy.com
photo by rebloggy.com
Suatu saat saya ingin memakai Bindi di dahi saya, walaupun bindi merupakan tanda pengorbanan seorang wanita di India. Selayaknya seorang wisatawan, saya ingin tampil cantik dengan aksesoris berupa titik merah tersebut dengan dibalun oleh aksesoris-aksesoris gelang kaki, cincin dan kalung emas. Tak hanya dari keluarga berada saja yang mengenakan perhiasan ramai di India, hampir semua kalangan mengenakan perhiasan banyak di tubuhnya, baik imitasi atau asli.

photo by truephotography.com
photo by truephotography.com
Saya juga akan memotif telapak tangan saya dengan Henna. Henna merupakan seni lukis di tanan yang terbuat dari tumbuhan dan tidak permanen jika dilukiskan dikulit, berbeda dengan Tatto.

4. Mengikuti Festival Holi. 

Seperti Indonesia, masyarakat India juga beragam suku, agama dan budaya. Keragaman ini menghasilkan begitu banyak festival-fetival unik, salah satu yang populer adalah Festival Hoi. Festival ini merupakan kegiatan  dimana warga saling melemparkan bubuk berwarna-warni ke satu sama lain.

photo by edition.presstv.ir
photo by edition.presstv.ir
Seusai festival ini, India jadi lebih berawarna semarak. Saya sering melihat adegan ini di film-film Bolywood, seperti Mohabbatein dan Yeh Jawaani Hai Deewani. Sungguh, Film Bolywood sukses mengangkat budaya mereka kedalam film-film besutan negaranya.

5. Mengunjungi Taj Mahal

photo by blog.lefigaro.fr
photo by blog.lefigaro.fr
Kisah romantis di balik pembangunan Taj Mahal menarik jutaan wisatawan untuk mengunjungi bangunan yang sepintas terlihat sperti mesjid, termasuk saya. Taj Mahal merupakan salah satu tujuh keajaiban Dunia. Sebanyak 43 jenis batu permata, termasuk berlian, kristal dan nilam digunakan untuk memperindah Taj Mahal. Saya ingin sekali mengunjuni bukti cinta Kaisar Mughal Shah Janan ini kepada istrinya.

6. Mengisi memori kamera dengan foto-foto Human Interaction

Seperti yang telah saya sebutkan di atas, saya pasti akan menemui banyak human interaction di India. Saya bisa melihat manusia-manusia yang berdesakan, laki-laki tua yang melepas sapi ke jalan, seorang gadis yang sembayang, anak kecil yang berlari dijalanan.

istimewa
istimewa
photo by www.abc.net.au
photo by abc.net.au
Jika Eropa dan Asia penuh dengan keindahan alam, maka saya akan banyak menemui Human Interaction di India.

7. Mencicipi Jajanan khas India

Jajanan di india juga diramaikan oleh penjaja dagangan, seperti samosa, kari dan berbagai manisan. Bahkan di kota-kota besar seperti Mumbai, pedagang kaki lima tak mau ketinggalan berjualan.

samosa. photo by thinkindia.net.in
samosa. photo by thinkindia.net.in
photo by ninefinestuff.com
Gol Gappa. photo by ninefinestuff.com
Laddu (manisan). photo by lalasweets.in
Laddu (manisan). photo by lalasweets.in
Saya tertarik mencoba salah satu jajanan khas India, yaknik Gol Gappa, jajanan yang saya ketahui ketika melihat penganan tersebut di Film Rab ne Bana De Jodi.

Lebih dari sekedar pemandangan gunung, pantai atau keindahan alam, berlibur ke India juga pasti akan mengaksyikkan kok dengan melihat kehidupan interaksi sosial masyarakatnya. Jika ingin melihat keindahan alam bisa juga mengunjungi Lembah Kashmir atau Shimla. Jadi apa yang salah dengan pilihan liburan ke India? πŸ™‚

Iklan

Like Father Like Daughter

 
Foto ini diambil di Kota Palembang, Sumatera Selatan. Juni 2008, Bapak mengajak kami mengelilingi Pulau Sumatera dalam waktu seminggu. Bapak paling suka mengajak keluarganya jalan-jalan, paling ujung Indonesia, Fak-Fak, Papua Barat, kaki Bapak telah berpijak. 

Adalah Bapak, yang mungkin tanpa sadar memupuk rasa canduku terhadap perjalanan. Bapak selalu membawaku Keluar Kota selagi aku belum mampu buang air kecil sendiri. 

Saat aku mudik ke sosa, sebuah kecamatan kecil di Sumatera Utara Aku selalu mandi sore di sungai dan tidur diatas perut Bapak, sesekali dilepaskan dan dibiarkan Bapak bermain air. Seperti di sungai, Bapak juga membebaskan aku melangkah kemanapun bahkan Bapak selalu menanyakan kemana tujuan Traveling rutin tiap tahunku selanjutnya. Yang ku ingat betul Bapak malah menginginkanku melangkah lebih jauh. 

“Nak, kuliah S2 di luar negeri saja”

Gara-gara Bapak suka bercerita mengenai Petualangan Tintin saat kecil, Aku semakin candu perjalanan.

Oleh karena Bapak, Jalur lintas Sumatera kutempuh- dalam perjalanan 3 hari, Bapak dan Ibuku hanya geleng-geleng saat aku mudik dengan bus Antar Lintas Sumatera, Sempat hampir dihipnotis saat menuju Malang, Ditipu supir taksi saat menuju Danau Toba, dan mungkin akan ada ribuan cerita lain soal perjalanan yang tercipta dan nantinya yang insyaAllah, akan kuceritakan kepada anak cucu kelak. 

Berkat hobi Bapak yang sangat gencar mengisi waktu luang dengan berlibur, Sejak kecil aku sudah berpijak di setiap daerah atau kecamatan hingga perbatasan provinsi di Sumatera Utara. 

Terimakasih, pak. Rasa canduku terhadap perjalanan selalu tidak bisa dibendung. Bapak bentar lagi pensiun, aku wisuda lalu kerja dan kita jalan-jalan lagi ya! 

La chasse au bonheur

Saat belajar filsafat komunikasi, saya tertegun dengan tugas yang diberikan oleh dosen saya.

“Apakan tujuan hidup anda?”

Butuh beberapa hari berpikir untuk jawaban yang tepat atas pertanyaan tersebut, dan akhirnya saya menuliskan jawaban saya di sebuah paper. Saya menjawab, seperti halnya jawaban teman-teman yang lainnya, saya ingin membahagiakan kedua orangtua saya, saya ingin sukses dan sebagainya.

Dosen saya pun menyela, jika kamu tidak memiliki orang tua, apakah tujuan hidupmu akan seperti itu? Untuk tujuan tersebut perasaan apa yang melekat untukmu?

Saya berpikir dan termenung atas pertanyaan yang dilontarkan dosen saya. Dengan tersenyum, dosen saya menjawab kebingungan saya tersebut.

“Kebahagiaan”, sahutnya. Kita hidup untuk mendapat kebahagian, kita semua, anda dan saya.

Tanpa ragu saya setuju dengan pendapat dosen saya. Begini skemanya, saya menyebutkan dalam paper tugas, saya ingin sukses dan jika di simpulkan lagi, sukses akan memberikan rasa kebahagiaan kepada diri kita.

Saya berharap menemukan suatu kebahagiaan dalam sebuah perjalanan hidup, saya percaya bahwa kebahagiaan itu dekat sekali jika saya berusaha dan bersungguh-sungguh. Saat ini saya bukanlah orang yang dapat dikatakan telah memiliki rasa kebahagiaan. Kebahagiaan tidak hanya dianggap mungkin didapatkan oleh setiap orang, kebahagiaan juga diharapkan. Maka saya, bersama jutaan orang lainnya, pasti mengharapkan kebahagiaan.

Mengutip uraian dari buku Eric Weiner mengenai pencarian kebahagiaan;

Perenungan tentang kebahagiaan tentu saja bukan hal baru. Orang yunani dan Romawi Kuno telah banyak merenungkannya. Para filsuf, seperti Aristoteles, Plato, Epicurus dan lain-lainnya memeras otak memikirkan pertanyaan-pertanyaan abadi. Apakah kehidupan yang indah itu? Apakah kesenangan sama dengan kebahagiaan? Lalu ada agama. Apakah agama itu jika bukan petunjuk menuju kebahagiaan? Semuanya ini membantu dan mencerahkan, tetapi ini bukan pengetahuan. Ini adalah pendapat tentang kebahagiaan.

Saya berpikir sejenak memahami isi buku The Geography of Bliss mengenai tempat yang memberikan kebahagiaan, Eric Weiner menguraikan bahwa kebahagiaan dapat ditemukan dari tempat yang menurut kita dapat menyegarkan jiwa, memberi rasa keleluasaan, Ia mencari kebahagiaan dimana berada dengan melakukan perjalanan ke beberapa negara tetapi tidak ditemukan.

Menurut saya, kebahagiaan bersumber dari diri sendiri. Seperti halnya dengan saya, saya mencari kebahagiaan dengan konsep yang ada dikepala saya.

Saya ingin menjadi seorang nenek yang masih bisa hidup bersama cucu-cucunya, Saya ingin mendidik anak-anak bangsa di pedalaman, Saya ingin mengunjungi Mekkah, India dan Swiss, Saya ingin bekerja dimedia dan/menjadi praktisi media sehingga tetes keringat kedua orang tua saya tidak sia-sia untuk membesarkan saya, Saya ingin memiliki suami yang akan mengajak saya mendaki gunung, dan berbagai keinginan lainnya.

Dengan keinginan-keinginan tersebut, kebahagiaan telah nyata dikehidupan saya. Saat ini, saya sedang sibuk dengan apa yang orang Prancis sebut la chasse au bonheur, “perburuan kebahagiaan”

Get Lost : Universal Studios Singapore

image (4)

Kenapa memilih judul ’get lost’ karena emang kita tersesat di sana. Trip ke Singapura memang liburan yang tidak terencana dengan baik, tapi berkesan, soalnya ini pertama kalinya liburan tanpa itinerary yang jelas serta budget yang super minim ke negeri yang mahal lagi. Kami hanya berbekal bertanya kepada penduduk lokal ataupun turis. Saya tidak sempat merencanakan itinerary selama di Singapura karena keasyikan wisata di malaysia, yang terbayang hanya tujuan hostel dan lokasi wisata selama trip disana. Untuk menuju Singapura, kami menggunakan bus Malaysia yang sangat duper nyaman dan tentunya berbeda dengan bus Indonesia. Proses imigrasinya juga tidak susah karena adanya petunjuk dari pihak bus. Well, Let’s get started!

Sekitar pukul 04.00 tiba di Singapura,

Entah kenapa waktu itu Singapura menjadi tujuan kami padahal kami hanya membawa 110SGD. Tiket Universal Studios sudah terlanjur dipesan di tiket.com, Kami bertekat harus dan wajib mencari jalan menuju Sentosa Island, daerah dimana Universal Studios Singapore berada.

image (5)

Tiba di Hostel G4 Stations, Little India, Singapura.

Semakin sedih saat kami tidak mendapat kamar kosong di hostel yang kami tuju alias penuh. Untuk menginap di hotel sendiri, uang yang kami bawa tidak mencukupi. Alhasil kami diam, duduk, dan berpikir di tepi jalan di daerah Little India dan memutar otak bagaimana cara menuju Universal Studios Sigapore. Antara panik, takut, sedih, dan bertanya-tanya bagaimana cara kami menginap dan pulang dengan uang yang sangat minim. Bahkan salah seorang teman saya hampir menangis dan memutuskan untuk mencari jalan ke pelabuhan tanpa mencicipi wisata Singapura. Ah, seandainya uang ada pasti kami akan menggunakan taksi….

Entahlah, menyesal ke belakang sudah tak penting sekarang. Kami bersimpuh dengan ransel dan koper masing-masing di depan Hostel G4 Station Backpackers,tepat pukul 07.00 pagi.

Traveling wasn’t always bring a happy ending. But it always make you a better person.

akhirnya dengan modal nekat kami mencoba naik MRT dan ngikutin orang-orang yang sedang menuju loket MRT Little India. Tanpa mandi, kami memesan tiket MRT. Kami menuju Harbourfrount (paling ujung) dan naik ke lantai 3 Vivo City lalu naik Sentosa Express. Kami berhenti sebentar di toilet Vivo City untuk mengganti baju walaupun tidak mandi, bodo amaaaat.

Universal Studios Singapore tampak begitu ceria. Kami tidak perlu antri panjang karena tiket USS telah ditangan, koper dan ransel kami simpan di loker walaupun harus bayar mahal setiap jam. Kami tertawa lepas, berfoto di banyak tempat, naik semua wahana dan teriak sampai suara penghabisan. Untungnya lagi, saya kesana pas weekdays , jadi hampir semua wahana kita cobain. Menurut saya worth it kok dengan harga tiket USS sebesar 70 SGD karena jika beli di loket USS bisa-bisa 120 SGD.

image (6)

Target saya: Saya harus foto sama Shrek-Fiona, Minion. Buat yang belum tau, USS ini terbagi dalam 7 zona: Zona HolywoodZona New York, Zona Sci-fi CityZona Ancient EgyptZona The Lost WorldZona Far-Far Away, dan Zona Madagascar. So, let’s ride the movies again!

DSC_0354

Hampir seharian kami berada di USS dan menaiki hampir semua wahana. Sekitar jam 3 sore Saya dan kedua teman saya meninggalkan USS dan Sentosa island dengan Sentosa Express seperti keberangkatan kami. Tiba di Vivo City, kami langsung menuju McD untuk makan sebelum menyebrang ke Batam, Indonesia.

image (7)Alhamdulillah proses pembelian tiket ke Batam tidak susah.Waktu tempuh dari Singapura ke Batam hanya sekitar tiga jam. Sampailah kami di Indonesia dengan selamat, walaupun selama di Singapura kurang memuaskan, semoga saya masih diberi kesempatan untuk mengunjungi negara singa ini.

Hari itu sangat spesial, karena pada hari itu (17 Agustus 2014), kami menginjak tanah tiga negara dalam satu hari, Singapura, Malaysia, dan negara saya tercinta Indonesia yang sedang dirgahayu. Alhamdulillah.

Untuk rincian biaya selama satu hari di Singapura bisa menghubungi saya di afridinasiregar@gmail.com

Nak Pusing-Pusing ke Kuala Lumpur, guys!

Lagi-lagi dengan modal nekat dan tiket murah AirAsia, berangkatlah saya dan kedua teman saya menuju negeri Pak Cik di awal Agustus 2014 kemarin dengan tujuan utama Kuala Lumpur dan Singapura. Nah, berikut ulasan singkat tentang pusing-pusing lima hari di Kuala Lumpur.

Penantian panjang setelah pembelian tiket promo AirAsia menuju Kuala Lumpur berakhir sudah. Selasa, 12 Agustus, sekitar pukul 11.00 akhirnya saya terbang dengan airasia menuju Kuala Lumpur. It was my fist abroad trip. Fortunately ngga jadi ngetrip sendirian karena saya berhasil menghasut kedua teman saya, Marissa dan Pipit untuk ikut bergabung liburan nekat. Yes, jadilah kami bertiga ini yang akan jalan-jalan seminggu penuh melancong ke negara tetangga.

Sebelum trip ini, saya rajin membaca blog dan melakukan riset kecil tentang negara yang akan dituju, tempat menginap, hingga proses imigrasi dua negara ini seperti apa. Mulai dari check in, boarding, masuk imigrasi Malaysia, Singapore dan kembali lagi alhmadulillah tidak ada halangan berarti. Everything was going as well as i expected. Alhamdulillah.

How to Get There

Setibanya di Kuala Lumpur Internasional Airport (KLIA2), Kami segera membeli simcard untuk digunakan selama beberapa hari berada di Kuala Lumpur. Kami membayar RM 15 untuk menggunakan simcard Maxis bebas browsing dan update media sosial selama satu minggu.

Bandara KLIA2 tidak berada di pusat ibukota dan memerlukan sekitar 75 menit menuju Kota Kuala Lumpur. Selepas menggati simcard, kami segera menuju loket bus untuk membeli tiket Aerobus RM 10 untuk menuju kawasan Chowkit, Kuala Lumpur. Pembelian tiket bus ini dapat dilakukan langsung ke loket yang tersedia di pintu bandara atau dapat juga dipesan melalui online. Perjalanan kami menuju Kuala Lumpur diiringi dengan hujan deras dan kami habiskan untuk tertidur di dalam bus. Saat berada di dalam bus, saya masih banyak mendengar orang-orang berbicara Bahasa Indonesia.

Setibanya di kawasan Petaling Street, Bus berhenti dan kami meninggalkan bus. Untuk menuju kawasan Chowkit, kami masih melanjutkan perjalanan karena kedua teman saya membawa koper dan kami sudah semakin lelah, kami menggunakan taksi menuju Brisdale International Hotel dengan biaya taksi sebesar RM 25.

Mahal bukan? Ya benar, karena gaya liburan saya kali ini memang tidak seperti biasanya, bisa dikategorikan liburan kali ini merupakan gaya liburan yang tidak hemat.

 

Penginapan

Sekitar lima hari berada di Kuala Lumpur, saya dan kedua teman saya menginap di dua hotel, yaitu Brisdale International Hotel dan GDS Hotel Kuala Lumpur dan keduanya berada tidak auh dari Menara Petronas. Pilihan room yang ditawarkan kedua Hotel tersebut cukup lengkap, mulai dari  kamar mewah hingga twin atau double bed room. Rate-nya pun masih pas di kantong para budget traveler.

Kelebihan Brisdale International Hotel yang berada di kawasan Cwowkit berupa jendela langsung menghadap Menara Petronas sehingga kita disuguhkan dengan pemandangan indah setiap sudut Kota Kuala Lumpur, Kolam renang, hingga pelayanan yang ramah.

IMG_5759                       

GDS Kuala Lumpur Hotel memiliki kelebihan berupa kamar yang lumayan murah dibanding Brisdale Hotel International Kuala Kumpur. Di balik kelebihan pasti segala sesuatu memiliki kelemahan. Kedua Hotel ini juga tidak terlepas dari kelemahan tetapi saya tidak akan mengulas mengenai hal tersebut di blog ini.

Untuk pemesanan sendiri, saya telah memesan kamar beberapa hari sebelum berangkat menuju Kuala Lumpur di Booking.com sehingga kami masih dapat menikmati diskon kamar mewah πŸ™‚

DSC_0297

KL Suria – Twin Tower

Banyak yang bilang, belum ke Kuala Lumpur kalau belum datang ke twin tower petronas. Alasanya? Karena bangunan ini merupakan landmark negara mereka. Kali ini yang membawa kami menuju twin tower masih menggunakan taksi dan jarak yang ditempuh tidak begitu jauh.

           IMG_5796

KL Suria sendiri merupakan mall yang letaknya di twin tower. Jadi jangan heran jika orang-orang juga menyebut twin tower dengan KL Suria. Sesampai di twin tower, kami pun berfoto-foto sejenak.

IMG_5761

Berhubung kedua teman saya ahli dalam hal belanja,

kami mencoba masuk ke mall dan belanja beberapa barang bermerk yang kebetulan murah jika di Kuala Lumpur.

Saya bukan ahli belanja, jadi saya hanya membeli kacamata,jam tangan dan tidak banyak tips atau cerita yang bisa saya bagi mengenai shopping.

Tapi bagi anda yang hendak pelesir ke Kuala Lumpur, lebih baik tidak belanja di KL Suria karena mahal dan jarang ada diskon.

Toh Indonesia juga menyediakan Mall yang tidak kalah dengan Mall yang berada Kuala Lumpur.

Petaling Street

image

Setelah berkutat di kawasan Twin Tower dan menemani teman saya berbelanja, kami bergegas kembali ke Hotel, tentunya setelah makan di Suria KLCC.

Keesokan harinya, Kami menuju kawasan petaling Street. Nah ini.. Bagi yang suka dengan barang-barang unik yang sepertinya produksi lokal masyarakat Malaysia, mungkin inilah tempatnya.

Jadi Petaling Street merupakan lapak-lapak dan toko-toko kecil yang menjual beragam pernak-pernik dan oleh-oleh khas Malaysia. Penjualnya kebanyakan orang-orang yang keturunan Chinese.

IMG_5808       image (1)

image (2)

Ada banyak jenis produk yang dijual seperti barang-barang bermerk tapi KW, gantungan kunci, aksesoris, baju, tas, sepatu, mainan, sampai dengan makanan makanan seperti kenari, buah, dan lain sebagainya. Mungkin kalau diibaratkan ini seperti kawasan Malioboro di Yogyakarta, Indonesia.

Kalau ke Petaling Street akan ketemu sama penjual yang jualan chest nut seperti gambar disamping.,

Ituloh yang sering nongol di Film-Film Thailand dan tentunya turis dari berbagai negara! πŸ˜€

Batu Caves

Alur wisata berikutnya adalah Batu Caves-Genting Highland-Bukit Bintang dalam jangka waktu sehari. Perjalanan tiga destinasi kali ini masih menggunakan taksi dengan biaya RM 90. MAHAL! JANGAN TIRU LIBURAN SAYA, anda sebaiknya menggunakan commuter line atau MRT. Tempat ini terletak 13 km di utara Kuala Lumpur. Untuk masuk ke Gunung Caves ini tidak dikenakan biaya sepeser pun. Tapi walaupun gratis, tapi tempat ini ternyata cukup terawat.

DSC_0312

Akhirnya kami sampai di stasiun Batu Caves. Dilihat dari letak stasiun yang sangat dekat dengan objek wisata, pastinya pemerintah Malaysia sudah meng-integrasikannya sehingga mempermudah turis-turis yang ingin menikmati Batu Caves. Saya sangat menyesal menggunakan taksi selama perjalanan karena liburan tidak terlalu menantang…

image

Sebenarnya Batu Caves ini tempat ibadah kaum hindu yang kebanyakan datangnya dari kaum India. Jadi, kalau ingin berkomunikasi di sana siap-siap agak sulit mendengar aksen english india mereka. Barang-barang dan makanan yang dijual pun sangat khas bernuansa India. Jadi saya pribadi merasa seperti berada di India daripada di Malaysia saat mengunjung tempat ini. Setelah puas berfoto-foto di depan patung Murugan, kita juga bisa bersenang senang dengan memberi makan burung dara yang ada di sana.

Genting Highland

Sebagai sebuah resort, Genting Highland tidak terlalu menarik bagi saya.Yang menarik bagi saya hanya karena adanya tempat berjudi atau Casino di negeri berdasarkan Agama Islam ini dan adanya kereta gantung tepatnya di Genting Highland.

DSC_0322  DSC_0320

Menurut saya, Genting tidak jauh berbeda dengan kawasan puncak di Indonesia. Genting Highland berada daerah pegunungan oleh karena itu suhu rata-rata ditempat ini jauh lebih rendah dibanding dengan suhu di Kuala Lumpur. Walaupun begitu, kenyataannya masih cukup banyak orang yang mengunjungi tempat ini.

Mall to Mall : Sunway Piramid – Pavillion, Bukit Bintang

Selepas dari Genting Highland, Kita mampir ke toko cokelat khas Malaysia. Selain buat oleh-oleh untuk teman-teman deket dikampus, kita juga nyicipi cokelat gratis ditokonya.

image (1)

Sebenarnya rasa cokelatnya sama aja seperti rasa cokelat biasanya tetapi packaging cokelatnya yang membuat unik.

Mungkin ini titik perbedaan yang bikin cokelat Malaysia lebih laris dibanding oleh-oleh cokelat dari Indonesia. Setuju sama pendapat gue? πŸ™‚

Sunway Piramid, Petaling Jaya, Malaysia.

Perjalanan berlanjut.

Trip terakhir di Kuala Lumpur kita habiskan buat keliling dan berbelanja di Mall. Mall pertama yang kita kunjungi adalah Sunway Pyramid. Mallnya biasa aja sih masih lebih cantik Paris Van Java tetapi karena kedua teman saya gemar berbelanja, jadi saya ikut-ikut saja.

image    IMG_5990

Sunway Pyramid tepat berada di samping Sunway Lagoon, sejenis Theme Park yang terkenal di Malaysia. Sunway Lagoon berada di Petaling Jaya, Malaysia, yang dibuka pada 29 April 1993. Sunway Lagoon, Sunway Pyramid dan Sunway Hotel, semua berada di satu kompleks dan jauh dari Kota Kuala Lumpur. Perjalanan menuju Sunway Lagoon sendiri  kami masih menggunakan taksi dan melalui jalan Tol. Kami menghabiskan waktu di Sunway Pyramid untuk belanja dan hangout di Coffe Bene.

Kawasan Pavillion, Bukit Bintang.

Bukit Bintang adalah pusat mall dengan brand-brand terkenal di dunia! Kita masuk ke mall  satu-persatu.. Yah berhubung saya bukan orang yang hobi shopping, jadilah perjalanan mall to mall ini terkesan biasa saja. Harganya juga standard gak mureh..

Jalan kaki agak jauhan dikit dari daerah -yang katanya- Bukit Bintang, kita langsung masuk ke dalam Pavillion Mall. Akhirnya masuklah saya ke mall untuk makan siang dan hangout di Cha Time.

image (2)              image (3)

Gila, makan KweTiau doang di sebuah restoran  jika di rupiah kan kena 150.000,- an. Saya dan kedua teman saya kaget, tetapi apa daya begitulah resiko makan di Mall, Mall yang terkenal di Kuala Lumpur lagi. Selain itu, kita juga belanja dress samaan yang hanya berbeda warna.

Dan ternyata, Kuala Lumpur itu macet juga loh…. Beda-nya sama Jakarta , kalo di Jakarta itu banyak  motor-nya tapi di Kuala Lumpur edikit dan bisa di hitung memakai jari.

IMG_5964

Merdeka Square

Sebelum ke Singapura, kita menghabiskan waktu sampai siang di Merdeka Square dan area Mesjid Jamek, katanya ini tempat bagus karena arsitekturnya asli jaman baheula, gaya-gaya timur tengah, cuma sayangnya pas kita kesana, si Mesjid Jamek lagi di renovasi.

image (4)            img_9634

Akhirnya kita cuma foto-foto di taman di merdeka square dan di tulisan I ❀ KL. Banyak wisatawan yang foto-foto, padahal tamannya biasa aja tapi bersih dan terawat tentunya.

Overall, menyenangkan bisa jalan-jalan ke Kuala Lumpur. Pengennya sih ke tempat lain juga, seperti little India, Melaka, mencoba transportasi umumnya dan lain-lain. Cuma waktu saya terlalu singkat untuk menjelajah kesana dan keuangan yang tidak besar. Mudah-mudahan Allah memberikan kesempatan lainnya mengunjungi Kuala Lumpur dan Melaka . Amin.

Oh ya! jika ingin mengetahui rincian pengeluaran saya selama di Kuala Lumpur bisa menghubungi saya di afridinasiregar@gmail.com πŸ™‚

Bagaimana Seharusnya?

Dua bulan belakangan ini saya sibuk dengan kegiatan perkuliahan, tugas-tugas yang begitu rumit dengan paham deadline sebagai garis keras. Saya semakin terbiasa dengan siklus kehidupan kampus-tugas-deadline walaupun sebenarnya saya merasa kesepian. Pun perhatian orangtua dari jauh selalu ada, saya tetap merasa kesepian. Ragam masalah muncul di ke-21 tahun kehidupan, saya butuh teman untuk bercerita tetapi semua terlihat memiliki kesibukan masing-masing baik seseorang yang mengaku sahabat hingga yang mengaku sedang mengejar perhatian dari saya, semua terlihat sama. Tempat bercerita, berbagi dan berkeluh kesah hanya tulisan dan seseorang yang saya sebut Ibu. Masalah geger budaya yang belum sepenuhnya lepas dari diri saya membuat saya selalu merasa kesepian berada di bumi padjadjaran. Minder dan berbagai ketakutan akan gagal cita-cita semua semakin jelas terlihat di benak saya.

Bagaimana seharusnya?

Ini cerita bagaimana saya menciptakan dunia dan melawan berbagai masalah tersebut saat saya sedang membutuhkan teman, bertukar pikiran, ataupun berkeluh kesah tetapi tak ada yang bersedia. Sekarang, Jika saya merasa sejuta suara mendesak masuk tanpa henti dan di sekeliling terlalu penuh akan hiruk pikuk manusia, saya selalu berusaha menyingkir dan menciptakan ruang tenang sendiri. Saya bisa masuk ke dalam kamar mandi, tempat yang terkadang melahirkan inspirasi. Berpura-pura sakit perut selayaknya baru saja salah makan, lalu melamun.

Saya semakin percaya, bahwa dunia ini ada karena diri sendiri yang menciptakan, begitu pun dengan ketiadaannya. Masalah-masalah yang semakin rumit dan bergejolak dipikiran saya semoga dapat membuat saya menjadi sosok yang lebih dewasa.

Β 

Ini cerita tentang bagaimana aku menciptakan dunia ketika hidup tidak sedang membutuhkan teman bertukar pikiran, mengobrol haha hihi, atau berkeluh kesah tanpa jeda.

Jika kau merasa hari ini sejuta suara mendesak masuk tanpa henti dan sekelilingmu terlalu penuh akan hiruk pikuk manusia, kurasa kau perlu sedikit menyingkir dan ciptakan ruang tenangmu sendiri.

Begitu pun aku.

Kau bisa berjalan ke tempat ramai, tetapi pikirkanlah padang rumput. Yang hijaunya bagai rumput tetangga, yang luasnya bagai angkasa. Anggap saja kau Adam saat pertama kali dilempar ke bumi, sebelum tulang rusuknya diambil dan kemudian lahirlah Hawa.

Kau bisa saja pergi ke tempat-tempat wisata yang kau temui di blog-blog para pejalan. Hiduplah seolah-olah kau adalah mereka, yang senang berpergian seorang diri demi mencari makna sebuah perjalanan atau mungkin berbaur dengan budaya setempat.

Pun kau bisa masuk ke dalam kamar mandi, tempat yang tanpa kau sadari sering lahirkan inspirasi. Berpura-pura sakit perut selayaknya baru saja salah makan, yang membuat kau tak bisa lepas dari kamar mandi. Dan akuilah, tiada tempat tertenang di bumi ini selain kamar mandimu, bukan?

Akhirnya, kita sudah sampai pada ujung tulisan. Kemudian kau bertanya, mana tips dan trik yang aku janjikan? Percayalah, aku tidak bermaksud membuat kau tertipu. Tapi juga tak ingin membuat kau menjelma jadi penguasa-penguasa licik yang banyak berkeliaran hari ini. Aku hanya ingin mengajak kau bersama-sama menguasai pikiran sendiri. Bahwa dunia ini ada karena kau ciptakan, begitu pun dengan ketiadaannya.

– See more at: http://lauradamerosa.tumblr.com/#sthash.yA1jWL93.dpuf

Ini cerita tentang bagaimana aku menciptakan dunia ketika hidup tidak sedang membutuhkan teman bertukar pikiran, mengobrol haha hihi, atau berkeluh kesah tanpa jeda.

Jika kau merasa hari ini sejuta suara mendesak masuk tanpa henti dan sekelilingmu terlalu penuh akan hiruk pikuk manusia, kurasa kau perlu sedikit menyingkir dan ciptakan ruang tenangmu sendiri.

Begitu pun aku.

Kau bisa berjalan ke tempat ramai, tetapi pikirkanlah padang rumput. Yang hijaunya bagai rumput tetangga, yang luasnya bagai angkasa. Anggap saja kau Adam saat pertama kali dilempar ke bumi, sebelum tulang rusuknya diambil dan kemudian lahirlah Hawa.

Kau bisa saja pergi ke tempat-tempat wisata yang kau temui di blog-blog para pejalan. Hiduplah seolah-olah kau adalah mereka, yang senang berpergian seorang diri demi mencari makna sebuah perjalanan atau mungkin berbaur dengan budaya setempat.

Pun kau bisa masuk ke dalam kamar mandi, tempat yang tanpa kau sadari sering lahirkan inspirasi. Berpura-pura sakit perut selayaknya baru saja salah makan, yang membuat kau tak bisa lepas dari kamar mandi. Dan akuilah, tiada tempat tertenang di bumi ini selain kamar mandimu, bukan?

Akhirnya, kita sudah sampai pada ujung tulisan. Kemudian kau bertanya, mana tips dan trik yang aku janjikan? Percayalah, aku tidak bermaksud membuat kau tertipu. Tapi juga tak ingin membuat kau menjelma jadi penguasa-penguasa licik yang banyak berkeliaran hari ini. Aku hanya ingin mengajak kau bersama-sama menguasai pikiran sendiri. Bahwa dunia ini ada karena kau ciptakan, begitu pun dengan ketiadaannya.

– See more at: http://lauradamerosa.tumblr.com/#sthash.yA1jWL93.dpuf

Ini cerita tentang bagaimana aku menciptakan dunia ketika hidup tidak sedang membutuhkan teman bertukar pikiran, mengobrol haha hihi, atau berkeluh kesah tanpa jeda.

Jika kau merasa hari ini sejuta suara mendesak masuk tanpa henti dan sekelilingmu terlalu penuh akan hiruk pikuk manusia, kurasa kau perlu sedikit menyingkir dan ciptakan ruang tenangmu sendiri.

Begitu pun aku.

Kau bisa berjalan ke tempat ramai, tetapi pikirkanlah padang rumput. Yang hijaunya bagai rumput tetangga, yang luasnya bagai angkasa. Anggap saja kau Adam saat pertama kali dilempar ke bumi, sebelum tulang rusuknya diambil dan kemudian lahirlah Hawa.

Kau bisa saja pergi ke tempat-tempat wisata yang kau temui di blog-blog para pejalan. Hiduplah seolah-olah kau adalah mereka, yang senang berpergian seorang diri demi mencari makna sebuah perjalanan atau mungkin berbaur dengan budaya setempat.

Pun kau bisa masuk ke dalam kamar mandi, tempat yang tanpa kau sadari sering lahirkan inspirasi. Berpura-pura sakit perut selayaknya baru saja salah makan, yang membuat kau tak bisa lepas dari kamar mandi. Dan akuilah, tiada tempat tertenang di bumi ini selain kamar mandimu, bukan?

Akhirnya, kita sudah sampai pada ujung tulisan. Kemudian kau bertanya, mana tips dan trik yang aku janjikan? Percayalah, aku tidak bermaksud membuat kau tertipu. Tapi juga tak ingin membuat kau menjelma jadi penguasa-penguasa licik yang banyak berkeliaran hari ini. Aku hanya ingin mengajak kau bersama-sama menguasai pikiran sendiri. Bahwa dunia ini ada karena kau ciptakan, begitu pun dengan ketiadaannya.

– See more at: http://lauradamerosa.tumblr.com/#sthash.yA1jWL93.dpuf

Ini cerita tentang bagaimana aku menciptakan dunia ketika hidup tidak sedang membutuhkan teman bertukar pikiran, mengobrol haha hihi, atau berkeluh kesah tanpa jeda.

Jika kau merasa hari ini sejuta suara mendesak masuk tanpa henti dan sekelilingmu terlalu penuh akan hiruk pikuk manusia, kurasa kau perlu sedikit menyingkir dan ciptakan ruang tenangmu sendiri.

Begitu pun aku.

Kau bisa berjalan ke tempat ramai, tetapi pikirkanlah padang rumput. Yang hijaunya bagai rumput tetangga, yang luasnya bagai angkasa. Anggap saja kau Adam saat pertama kali dilempar ke bumi, sebelum tulang rusuknya diambil dan kemudian lahirlah Hawa.

Kau bisa saja pergi ke tempat-tempat wisata yang kau temui di blog-blog para pejalan. Hiduplah seolah-olah kau adalah mereka, yang senang berpergian seorang diri demi mencari makna sebuah perjalanan atau mungkin berbaur dengan budaya setempat.

Pun kau bisa masuk ke dalam kamar mandi, tempat yang tanpa kau sadari sering lahirkan inspirasi. Berpura-pura sakit perut selayaknya baru saja salah makan, yang membuat kau tak bisa lepas dari kamar mandi. Dan akuilah, tiada tempat tertenang di bumi ini selain kamar mandimu, bukan?

Akhirnya, kita sudah sampai pada ujung tulisan. Kemudian kau bertanya, mana tips dan trik yang aku janjikan? Percayalah, aku tidak bermaksud membuat kau tertipu. Tapi juga tak ingin membuat kau menjelma jadi penguasa-penguasa licik yang banyak berkeliaran hari ini. Aku hanya ingin mengajak kau bersama-sama menguasai pikiran sendiri. Bahwa dunia ini ada karena kau ciptakan, begitu pun dengan ketiadaannya.

Β 

– See more at: http://lauradamerosa.tumblr.com/#sthash.ojc0YzR0.dpuf