Get Lost : Universal Studios Singapore

image (4)

Kenapa memilih judul ’get lost’ karena emang kita tersesat di sana. Trip ke Singapura memang liburan yang tidak terencana dengan baik, tapi berkesan, soalnya ini pertama kalinya liburan tanpa itinerary yang jelas serta budget yang super minim ke negeri yang mahal lagi. Kami hanya berbekal bertanya kepada penduduk lokal ataupun turis. Saya tidak sempat merencanakan itinerary selama di Singapura karena keasyikan wisata di malaysia, yang terbayang hanya tujuan hostel dan lokasi wisata selama trip disana. Untuk menuju Singapura, kami menggunakan bus Malaysia yang sangat duper nyaman dan tentunya berbeda dengan bus Indonesia. Proses imigrasinya juga tidak susah karena adanya petunjuk dari pihak bus. Well, Let’s get started!

Sekitar pukul 04.00 tiba di Singapura,

Entah kenapa waktu itu Singapura menjadi tujuan kami padahal kami hanya membawa 110SGD. Tiket Universal Studios sudah terlanjur dipesan di tiket.com, Kami bertekat harus dan wajib mencari jalan menuju Sentosa Island, daerah dimana Universal Studios Singapore berada.

image (5)

Tiba di Hostel G4 Stations, Little India, Singapura.

Semakin sedih saat kami tidak mendapat kamar kosong di hostel yang kami tuju alias penuh. Untuk menginap di hotel sendiri, uang yang kami bawa tidak mencukupi. Alhasil kami diam, duduk, dan berpikir di tepi jalan di daerah Little India dan memutar otak bagaimana cara menuju Universal Studios Sigapore. Antara panik, takut, sedih, dan bertanya-tanya bagaimana cara kami menginap dan pulang dengan uang yang sangat minim. Bahkan salah seorang teman saya hampir menangis dan memutuskan untuk mencari jalan ke pelabuhan tanpa mencicipi wisata Singapura. Ah, seandainya uang ada pasti kami akan menggunakan taksi….

Entahlah, menyesal ke belakang sudah tak penting sekarang. Kami bersimpuh dengan ransel dan koper masing-masing di depan Hostel G4 Station Backpackers,tepat pukul 07.00 pagi.

Traveling wasn’t always bring a happy ending. But it always make you a better person.

akhirnya dengan modal nekat kami mencoba naik MRT dan ngikutin orang-orang yang sedang menuju loket MRT Little India. Tanpa mandi, kami memesan tiket MRT. Kami menuju Harbourfrount (paling ujung) dan naik ke lantai 3 Vivo City lalu naik Sentosa Express. Kami berhenti sebentar di toilet Vivo City untuk mengganti baju walaupun tidak mandi, bodo amaaaat.

Universal Studios Singapore tampak begitu ceria. Kami tidak perlu antri panjang karena tiket USS telah ditangan, koper dan ransel kami simpan di loker walaupun harus bayar mahal setiap jam. Kami tertawa lepas, berfoto di banyak tempat, naik semua wahana dan teriak sampai suara penghabisan. Untungnya lagi, saya kesana pas weekdays , jadi hampir semua wahana kita cobain. Menurut saya worth it kok dengan harga tiket USS sebesar 70 SGD karena jika beli di loket USS bisa-bisa 120 SGD.

image (6)

Target saya: Saya harus foto sama Shrek-Fiona, Minion. Buat yang belum tau, USS ini terbagi dalam 7 zona: Zona HolywoodZona New York, Zona Sci-fi CityZona Ancient EgyptZona The Lost WorldZona Far-Far Away, dan Zona Madagascar. So, let’s ride the movies again!

DSC_0354

Hampir seharian kami berada di USS dan menaiki hampir semua wahana. Sekitar jam 3 sore Saya dan kedua teman saya meninggalkan USS dan Sentosa island dengan Sentosa Express seperti keberangkatan kami. Tiba di Vivo City, kami langsung menuju McD untuk makan sebelum menyebrang ke Batam, Indonesia.

image (7)Alhamdulillah proses pembelian tiket ke Batam tidak susah.Waktu tempuh dari Singapura ke Batam hanya sekitar tiga jam. Sampailah kami di Indonesia dengan selamat, walaupun selama di Singapura kurang memuaskan, semoga saya masih diberi kesempatan untuk mengunjungi negara singa ini.

Hari itu sangat spesial, karena pada hari itu (17 Agustus 2014), kami menginjak tanah tiga negara dalam satu hari, Singapura, Malaysia, dan negara saya tercinta Indonesia yang sedang dirgahayu. Alhamdulillah.

Untuk rincian biaya selama satu hari di Singapura bisa menghubungi saya di afridinasiregar@gmail.com

Nak Pusing-Pusing ke Kuala Lumpur, guys!

Lagi-lagi dengan modal nekat dan tiket murah AirAsia, berangkatlah saya dan kedua teman saya menuju negeri Pak Cik di awal Agustus 2014 kemarin dengan tujuan utama Kuala Lumpur dan Singapura. Nah, berikut ulasan singkat tentang pusing-pusing lima hari di Kuala Lumpur.

Penantian panjang setelah pembelian tiket promo AirAsia menuju Kuala Lumpur berakhir sudah. Selasa, 12 Agustus, sekitar pukul 11.00 akhirnya saya terbang dengan airasia menuju Kuala Lumpur. It was my fist abroad trip. Fortunately ngga jadi ngetrip sendirian karena saya berhasil menghasut kedua teman saya, Marissa dan Pipit untuk ikut bergabung liburan nekat. Yes, jadilah kami bertiga ini yang akan jalan-jalan seminggu penuh melancong ke negara tetangga.

Sebelum trip ini, saya rajin membaca blog dan melakukan riset kecil tentang negara yang akan dituju, tempat menginap, hingga proses imigrasi dua negara ini seperti apa. Mulai dari check in, boarding, masuk imigrasi Malaysia, Singapore dan kembali lagi alhmadulillah tidak ada halangan berarti. Everything was going as well as i expected. Alhamdulillah.

How to Get There

Setibanya di Kuala Lumpur Internasional Airport (KLIA2), Kami segera membeli simcard untuk digunakan selama beberapa hari berada di Kuala Lumpur. Kami membayar RM 15 untuk menggunakan simcard Maxis bebas browsing dan update media sosial selama satu minggu.

Bandara KLIA2 tidak berada di pusat ibukota dan memerlukan sekitar 75 menit menuju Kota Kuala Lumpur. Selepas menggati simcard, kami segera menuju loket bus untuk membeli tiket Aerobus RM 10 untuk menuju kawasan Chowkit, Kuala Lumpur. Pembelian tiket bus ini dapat dilakukan langsung ke loket yang tersedia di pintu bandara atau dapat juga dipesan melalui online. Perjalanan kami menuju Kuala Lumpur diiringi dengan hujan deras dan kami habiskan untuk tertidur di dalam bus. Saat berada di dalam bus, saya masih banyak mendengar orang-orang berbicara Bahasa Indonesia.

Setibanya di kawasan Petaling Street, Bus berhenti dan kami meninggalkan bus. Untuk menuju kawasan Chowkit, kami masih melanjutkan perjalanan karena kedua teman saya membawa koper dan kami sudah semakin lelah, kami menggunakan taksi menuju Brisdale International Hotel dengan biaya taksi sebesar RM 25.

Mahal bukan? Ya benar, karena gaya liburan saya kali ini memang tidak seperti biasanya, bisa dikategorikan liburan kali ini merupakan gaya liburan yang tidak hemat.

 

Penginapan

Sekitar lima hari berada di Kuala Lumpur, saya dan kedua teman saya menginap di dua hotel, yaitu Brisdale International Hotel dan GDS Hotel Kuala Lumpur dan keduanya berada tidak auh dari Menara Petronas. Pilihan room yang ditawarkan kedua Hotel tersebut cukup lengkap, mulai dari  kamar mewah hingga twin atau double bed room. Rate-nya pun masih pas di kantong para budget traveler.

Kelebihan Brisdale International Hotel yang berada di kawasan Cwowkit berupa jendela langsung menghadap Menara Petronas sehingga kita disuguhkan dengan pemandangan indah setiap sudut Kota Kuala Lumpur, Kolam renang, hingga pelayanan yang ramah.

IMG_5759                       

GDS Kuala Lumpur Hotel memiliki kelebihan berupa kamar yang lumayan murah dibanding Brisdale Hotel International Kuala Kumpur. Di balik kelebihan pasti segala sesuatu memiliki kelemahan. Kedua Hotel ini juga tidak terlepas dari kelemahan tetapi saya tidak akan mengulas mengenai hal tersebut di blog ini.

Untuk pemesanan sendiri, saya telah memesan kamar beberapa hari sebelum berangkat menuju Kuala Lumpur di Booking.com sehingga kami masih dapat menikmati diskon kamar mewah 🙂

DSC_0297

KL Suria – Twin Tower

Banyak yang bilang, belum ke Kuala Lumpur kalau belum datang ke twin tower petronas. Alasanya? Karena bangunan ini merupakan landmark negara mereka. Kali ini yang membawa kami menuju twin tower masih menggunakan taksi dan jarak yang ditempuh tidak begitu jauh.

           IMG_5796

KL Suria sendiri merupakan mall yang letaknya di twin tower. Jadi jangan heran jika orang-orang juga menyebut twin tower dengan KL Suria. Sesampai di twin tower, kami pun berfoto-foto sejenak.

IMG_5761

Berhubung kedua teman saya ahli dalam hal belanja,

kami mencoba masuk ke mall dan belanja beberapa barang bermerk yang kebetulan murah jika di Kuala Lumpur.

Saya bukan ahli belanja, jadi saya hanya membeli kacamata,jam tangan dan tidak banyak tips atau cerita yang bisa saya bagi mengenai shopping.

Tapi bagi anda yang hendak pelesir ke Kuala Lumpur, lebih baik tidak belanja di KL Suria karena mahal dan jarang ada diskon.

Toh Indonesia juga menyediakan Mall yang tidak kalah dengan Mall yang berada Kuala Lumpur.

Petaling Street

image

Setelah berkutat di kawasan Twin Tower dan menemani teman saya berbelanja, kami bergegas kembali ke Hotel, tentunya setelah makan di Suria KLCC.

Keesokan harinya, Kami menuju kawasan petaling Street. Nah ini.. Bagi yang suka dengan barang-barang unik yang sepertinya produksi lokal masyarakat Malaysia, mungkin inilah tempatnya.

Jadi Petaling Street merupakan lapak-lapak dan toko-toko kecil yang menjual beragam pernak-pernik dan oleh-oleh khas Malaysia. Penjualnya kebanyakan orang-orang yang keturunan Chinese.

IMG_5808       image (1)

image (2)

Ada banyak jenis produk yang dijual seperti barang-barang bermerk tapi KW, gantungan kunci, aksesoris, baju, tas, sepatu, mainan, sampai dengan makanan makanan seperti kenari, buah, dan lain sebagainya. Mungkin kalau diibaratkan ini seperti kawasan Malioboro di Yogyakarta, Indonesia.

Kalau ke Petaling Street akan ketemu sama penjual yang jualan chest nut seperti gambar disamping.,

Ituloh yang sering nongol di Film-Film Thailand dan tentunya turis dari berbagai negara! 😀

Batu Caves

Alur wisata berikutnya adalah Batu Caves-Genting Highland-Bukit Bintang dalam jangka waktu sehari. Perjalanan tiga destinasi kali ini masih menggunakan taksi dengan biaya RM 90. MAHAL! JANGAN TIRU LIBURAN SAYA, anda sebaiknya menggunakan commuter line atau MRT. Tempat ini terletak 13 km di utara Kuala Lumpur. Untuk masuk ke Gunung Caves ini tidak dikenakan biaya sepeser pun. Tapi walaupun gratis, tapi tempat ini ternyata cukup terawat.

DSC_0312

Akhirnya kami sampai di stasiun Batu Caves. Dilihat dari letak stasiun yang sangat dekat dengan objek wisata, pastinya pemerintah Malaysia sudah meng-integrasikannya sehingga mempermudah turis-turis yang ingin menikmati Batu Caves. Saya sangat menyesal menggunakan taksi selama perjalanan karena liburan tidak terlalu menantang…

image

Sebenarnya Batu Caves ini tempat ibadah kaum hindu yang kebanyakan datangnya dari kaum India. Jadi, kalau ingin berkomunikasi di sana siap-siap agak sulit mendengar aksen english india mereka. Barang-barang dan makanan yang dijual pun sangat khas bernuansa India. Jadi saya pribadi merasa seperti berada di India daripada di Malaysia saat mengunjung tempat ini. Setelah puas berfoto-foto di depan patung Murugan, kita juga bisa bersenang senang dengan memberi makan burung dara yang ada di sana.

Genting Highland

Sebagai sebuah resort, Genting Highland tidak terlalu menarik bagi saya.Yang menarik bagi saya hanya karena adanya tempat berjudi atau Casino di negeri berdasarkan Agama Islam ini dan adanya kereta gantung tepatnya di Genting Highland.

DSC_0322  DSC_0320

Menurut saya, Genting tidak jauh berbeda dengan kawasan puncak di Indonesia. Genting Highland berada daerah pegunungan oleh karena itu suhu rata-rata ditempat ini jauh lebih rendah dibanding dengan suhu di Kuala Lumpur. Walaupun begitu, kenyataannya masih cukup banyak orang yang mengunjungi tempat ini.

Mall to Mall : Sunway Piramid – Pavillion, Bukit Bintang

Selepas dari Genting Highland, Kita mampir ke toko cokelat khas Malaysia. Selain buat oleh-oleh untuk teman-teman deket dikampus, kita juga nyicipi cokelat gratis ditokonya.

image (1)

Sebenarnya rasa cokelatnya sama aja seperti rasa cokelat biasanya tetapi packaging cokelatnya yang membuat unik.

Mungkin ini titik perbedaan yang bikin cokelat Malaysia lebih laris dibanding oleh-oleh cokelat dari Indonesia. Setuju sama pendapat gue? 🙂

Sunway Piramid, Petaling Jaya, Malaysia.

Perjalanan berlanjut.

Trip terakhir di Kuala Lumpur kita habiskan buat keliling dan berbelanja di Mall. Mall pertama yang kita kunjungi adalah Sunway Pyramid. Mallnya biasa aja sih masih lebih cantik Paris Van Java tetapi karena kedua teman saya gemar berbelanja, jadi saya ikut-ikut saja.

image    IMG_5990

Sunway Pyramid tepat berada di samping Sunway Lagoon, sejenis Theme Park yang terkenal di Malaysia. Sunway Lagoon berada di Petaling Jaya, Malaysia, yang dibuka pada 29 April 1993. Sunway Lagoon, Sunway Pyramid dan Sunway Hotel, semua berada di satu kompleks dan jauh dari Kota Kuala Lumpur. Perjalanan menuju Sunway Lagoon sendiri  kami masih menggunakan taksi dan melalui jalan Tol. Kami menghabiskan waktu di Sunway Pyramid untuk belanja dan hangout di Coffe Bene.

Kawasan Pavillion, Bukit Bintang.

Bukit Bintang adalah pusat mall dengan brand-brand terkenal di dunia! Kita masuk ke mall  satu-persatu.. Yah berhubung saya bukan orang yang hobi shopping, jadilah perjalanan mall to mall ini terkesan biasa saja. Harganya juga standard gak mureh..

Jalan kaki agak jauhan dikit dari daerah -yang katanya- Bukit Bintang, kita langsung masuk ke dalam Pavillion Mall. Akhirnya masuklah saya ke mall untuk makan siang dan hangout di Cha Time.

image (2)              image (3)

Gila, makan KweTiau doang di sebuah restoran  jika di rupiah kan kena 150.000,- an. Saya dan kedua teman saya kaget, tetapi apa daya begitulah resiko makan di Mall, Mall yang terkenal di Kuala Lumpur lagi. Selain itu, kita juga belanja dress samaan yang hanya berbeda warna.

Dan ternyata, Kuala Lumpur itu macet juga loh…. Beda-nya sama Jakarta , kalo di Jakarta itu banyak  motor-nya tapi di Kuala Lumpur edikit dan bisa di hitung memakai jari.

IMG_5964

Merdeka Square

Sebelum ke Singapura, kita menghabiskan waktu sampai siang di Merdeka Square dan area Mesjid Jamek, katanya ini tempat bagus karena arsitekturnya asli jaman baheula, gaya-gaya timur tengah, cuma sayangnya pas kita kesana, si Mesjid Jamek lagi di renovasi.

image (4)            img_9634

Akhirnya kita cuma foto-foto di taman di merdeka square dan di tulisan I ❤ KL. Banyak wisatawan yang foto-foto, padahal tamannya biasa aja tapi bersih dan terawat tentunya.

Overall, menyenangkan bisa jalan-jalan ke Kuala Lumpur. Pengennya sih ke tempat lain juga, seperti little India, Melaka, mencoba transportasi umumnya dan lain-lain. Cuma waktu saya terlalu singkat untuk menjelajah kesana dan keuangan yang tidak besar. Mudah-mudahan Allah memberikan kesempatan lainnya mengunjungi Kuala Lumpur dan Melaka . Amin.

Oh ya! jika ingin mengetahui rincian pengeluaran saya selama di Kuala Lumpur bisa menghubungi saya di afridinasiregar@gmail.com 🙂

Bagaimana Seharusnya?

Dua bulan belakangan ini saya sibuk dengan kegiatan perkuliahan, tugas-tugas yang begitu rumit dengan paham deadline sebagai garis keras. Saya semakin terbiasa dengan siklus kehidupan kampus-tugas-deadline walaupun sebenarnya saya merasa kesepian. Pun perhatian orangtua dari jauh selalu ada, saya tetap merasa kesepian. Ragam masalah muncul di ke-21 tahun kehidupan, saya butuh teman untuk bercerita tetapi semua terlihat memiliki kesibukan masing-masing baik seseorang yang mengaku sahabat hingga yang mengaku sedang mengejar perhatian dari saya, semua terlihat sama. Tempat bercerita, berbagi dan berkeluh kesah hanya tulisan dan seseorang yang saya sebut Ibu. Masalah geger budaya yang belum sepenuhnya lepas dari diri saya membuat saya selalu merasa kesepian berada di bumi padjadjaran. Minder dan berbagai ketakutan akan gagal cita-cita semua semakin jelas terlihat di benak saya.

Bagaimana seharusnya?

Ini cerita bagaimana saya menciptakan dunia dan melawan berbagai masalah tersebut saat saya sedang membutuhkan teman, bertukar pikiran, ataupun berkeluh kesah tetapi tak ada yang bersedia. Sekarang, Jika saya merasa sejuta suara mendesak masuk tanpa henti dan di sekeliling terlalu penuh akan hiruk pikuk manusia, saya selalu berusaha menyingkir dan menciptakan ruang tenang sendiri. Saya bisa masuk ke dalam kamar mandi, tempat yang terkadang melahirkan inspirasi. Berpura-pura sakit perut selayaknya baru saja salah makan, lalu melamun.

Saya semakin percaya, bahwa dunia ini ada karena diri sendiri yang menciptakan, begitu pun dengan ketiadaannya. Masalah-masalah yang semakin rumit dan bergejolak dipikiran saya semoga dapat membuat saya menjadi sosok yang lebih dewasa.

 

Ini cerita tentang bagaimana aku menciptakan dunia ketika hidup tidak sedang membutuhkan teman bertukar pikiran, mengobrol haha hihi, atau berkeluh kesah tanpa jeda.

Jika kau merasa hari ini sejuta suara mendesak masuk tanpa henti dan sekelilingmu terlalu penuh akan hiruk pikuk manusia, kurasa kau perlu sedikit menyingkir dan ciptakan ruang tenangmu sendiri.

Begitu pun aku.

Kau bisa berjalan ke tempat ramai, tetapi pikirkanlah padang rumput. Yang hijaunya bagai rumput tetangga, yang luasnya bagai angkasa. Anggap saja kau Adam saat pertama kali dilempar ke bumi, sebelum tulang rusuknya diambil dan kemudian lahirlah Hawa.

Kau bisa saja pergi ke tempat-tempat wisata yang kau temui di blog-blog para pejalan. Hiduplah seolah-olah kau adalah mereka, yang senang berpergian seorang diri demi mencari makna sebuah perjalanan atau mungkin berbaur dengan budaya setempat.

Pun kau bisa masuk ke dalam kamar mandi, tempat yang tanpa kau sadari sering lahirkan inspirasi. Berpura-pura sakit perut selayaknya baru saja salah makan, yang membuat kau tak bisa lepas dari kamar mandi. Dan akuilah, tiada tempat tertenang di bumi ini selain kamar mandimu, bukan?

Akhirnya, kita sudah sampai pada ujung tulisan. Kemudian kau bertanya, mana tips dan trik yang aku janjikan? Percayalah, aku tidak bermaksud membuat kau tertipu. Tapi juga tak ingin membuat kau menjelma jadi penguasa-penguasa licik yang banyak berkeliaran hari ini. Aku hanya ingin mengajak kau bersama-sama menguasai pikiran sendiri. Bahwa dunia ini ada karena kau ciptakan, begitu pun dengan ketiadaannya.

– See more at: http://lauradamerosa.tumblr.com/#sthash.yA1jWL93.dpuf

Ini cerita tentang bagaimana aku menciptakan dunia ketika hidup tidak sedang membutuhkan teman bertukar pikiran, mengobrol haha hihi, atau berkeluh kesah tanpa jeda.

Jika kau merasa hari ini sejuta suara mendesak masuk tanpa henti dan sekelilingmu terlalu penuh akan hiruk pikuk manusia, kurasa kau perlu sedikit menyingkir dan ciptakan ruang tenangmu sendiri.

Begitu pun aku.

Kau bisa berjalan ke tempat ramai, tetapi pikirkanlah padang rumput. Yang hijaunya bagai rumput tetangga, yang luasnya bagai angkasa. Anggap saja kau Adam saat pertama kali dilempar ke bumi, sebelum tulang rusuknya diambil dan kemudian lahirlah Hawa.

Kau bisa saja pergi ke tempat-tempat wisata yang kau temui di blog-blog para pejalan. Hiduplah seolah-olah kau adalah mereka, yang senang berpergian seorang diri demi mencari makna sebuah perjalanan atau mungkin berbaur dengan budaya setempat.

Pun kau bisa masuk ke dalam kamar mandi, tempat yang tanpa kau sadari sering lahirkan inspirasi. Berpura-pura sakit perut selayaknya baru saja salah makan, yang membuat kau tak bisa lepas dari kamar mandi. Dan akuilah, tiada tempat tertenang di bumi ini selain kamar mandimu, bukan?

Akhirnya, kita sudah sampai pada ujung tulisan. Kemudian kau bertanya, mana tips dan trik yang aku janjikan? Percayalah, aku tidak bermaksud membuat kau tertipu. Tapi juga tak ingin membuat kau menjelma jadi penguasa-penguasa licik yang banyak berkeliaran hari ini. Aku hanya ingin mengajak kau bersama-sama menguasai pikiran sendiri. Bahwa dunia ini ada karena kau ciptakan, begitu pun dengan ketiadaannya.

– See more at: http://lauradamerosa.tumblr.com/#sthash.yA1jWL93.dpuf

Ini cerita tentang bagaimana aku menciptakan dunia ketika hidup tidak sedang membutuhkan teman bertukar pikiran, mengobrol haha hihi, atau berkeluh kesah tanpa jeda.

Jika kau merasa hari ini sejuta suara mendesak masuk tanpa henti dan sekelilingmu terlalu penuh akan hiruk pikuk manusia, kurasa kau perlu sedikit menyingkir dan ciptakan ruang tenangmu sendiri.

Begitu pun aku.

Kau bisa berjalan ke tempat ramai, tetapi pikirkanlah padang rumput. Yang hijaunya bagai rumput tetangga, yang luasnya bagai angkasa. Anggap saja kau Adam saat pertama kali dilempar ke bumi, sebelum tulang rusuknya diambil dan kemudian lahirlah Hawa.

Kau bisa saja pergi ke tempat-tempat wisata yang kau temui di blog-blog para pejalan. Hiduplah seolah-olah kau adalah mereka, yang senang berpergian seorang diri demi mencari makna sebuah perjalanan atau mungkin berbaur dengan budaya setempat.

Pun kau bisa masuk ke dalam kamar mandi, tempat yang tanpa kau sadari sering lahirkan inspirasi. Berpura-pura sakit perut selayaknya baru saja salah makan, yang membuat kau tak bisa lepas dari kamar mandi. Dan akuilah, tiada tempat tertenang di bumi ini selain kamar mandimu, bukan?

Akhirnya, kita sudah sampai pada ujung tulisan. Kemudian kau bertanya, mana tips dan trik yang aku janjikan? Percayalah, aku tidak bermaksud membuat kau tertipu. Tapi juga tak ingin membuat kau menjelma jadi penguasa-penguasa licik yang banyak berkeliaran hari ini. Aku hanya ingin mengajak kau bersama-sama menguasai pikiran sendiri. Bahwa dunia ini ada karena kau ciptakan, begitu pun dengan ketiadaannya.

– See more at: http://lauradamerosa.tumblr.com/#sthash.yA1jWL93.dpuf

Ini cerita tentang bagaimana aku menciptakan dunia ketika hidup tidak sedang membutuhkan teman bertukar pikiran, mengobrol haha hihi, atau berkeluh kesah tanpa jeda.

Jika kau merasa hari ini sejuta suara mendesak masuk tanpa henti dan sekelilingmu terlalu penuh akan hiruk pikuk manusia, kurasa kau perlu sedikit menyingkir dan ciptakan ruang tenangmu sendiri.

Begitu pun aku.

Kau bisa berjalan ke tempat ramai, tetapi pikirkanlah padang rumput. Yang hijaunya bagai rumput tetangga, yang luasnya bagai angkasa. Anggap saja kau Adam saat pertama kali dilempar ke bumi, sebelum tulang rusuknya diambil dan kemudian lahirlah Hawa.

Kau bisa saja pergi ke tempat-tempat wisata yang kau temui di blog-blog para pejalan. Hiduplah seolah-olah kau adalah mereka, yang senang berpergian seorang diri demi mencari makna sebuah perjalanan atau mungkin berbaur dengan budaya setempat.

Pun kau bisa masuk ke dalam kamar mandi, tempat yang tanpa kau sadari sering lahirkan inspirasi. Berpura-pura sakit perut selayaknya baru saja salah makan, yang membuat kau tak bisa lepas dari kamar mandi. Dan akuilah, tiada tempat tertenang di bumi ini selain kamar mandimu, bukan?

Akhirnya, kita sudah sampai pada ujung tulisan. Kemudian kau bertanya, mana tips dan trik yang aku janjikan? Percayalah, aku tidak bermaksud membuat kau tertipu. Tapi juga tak ingin membuat kau menjelma jadi penguasa-penguasa licik yang banyak berkeliaran hari ini. Aku hanya ingin mengajak kau bersama-sama menguasai pikiran sendiri. Bahwa dunia ini ada karena kau ciptakan, begitu pun dengan ketiadaannya.

 

– See more at: http://lauradamerosa.tumblr.com/#sthash.ojc0YzR0.dpuf

Swiss Van Java and Santolo Trip.

Buat kalian yang mulai bingung mau ke mana lagi di Jawa Barat nah ini satu tempat  yang wajib dikunjungi. Lokasinya di Garut Selatan, akses menuju kesana disuguhi pemandangan kebun teh dan kontur jalan yang mulus. Adem.

Saya dan seorang partner setia saya bernama Ali sepakat untuk menghabiskan weekend di Pantai Santolo dengan modal uang seadanya dan ransel. Kami memulai perjalanan dari cileunyi, kebetulan saya kuliah di Jatinangor yang berada tidak jauh dari cileunyi. Bak orang tersesat, saya dan ali berjalan disepanjang jalanan cileunyi sembari menunggu bus Prima Jasa lewat dengan ransel dan converse. Bus Primajasa memperlihatkan wujudnya, kami bergegas naik untuk menuju Kota Garut alias Swiss Van Java. Biaya bus hanya sebesar 10.000 dengan jarak dari yang dapat ditempuh hanya dua jam. Tak heran, sebutan Swiss van Java melekat bagi Kota Garut karena di setiap sudut kota banyak yang menyediakan dan menjual Chocodot, Coklat lezat khas Kota Garut.

Tiba di terminal Kota Garut, saya menyempatkan untuk membeli Chocodot dengan tulisan “obat galau” sebelum melanjutkan perjalanan lima jam menuju Garut Selatan. Kami berhasil ditipu oleh supir bus yang kami tumpangi, diawal perjalanan Ia mengatakan akan mengantar kami menuju pantai tetapi saat di tiba di daerah Payempeuk (daerah terdekat dengan pantai santolo) Ia mengatakan Ingin tidur. Untungnya dan ternyata masih ada orang baik. baik hati. Seorang pria mengingatkan kepada supir bus mini untuk mengantarkan kami menuju Pantai Santolo karena supir tersebut harus menepati janji.

Singkat cerita, saya dan ali tiba di penginapan murah dengan biaya Rp 100.000/malam. Fasilitas penginapan tersebut lumayan untuk kategori penginapan murah. Jendela penginapan menghadirkan view berupa pantai dan tersedia sofa serta kamar mandi diluar kamar. Kami memutuskan ali tidur di sofa dan saya tidur di kasur. Kami tertidur dengan pulas karena begitu lelah.

Matahari memperlihatkan sinarnya.

Bagian pantai masih dipenuhi terumbu karang. Bukan tempat yang pas untuk berenang memang, tapi deretan gazebo fasilitas penginapan dapat dijadikan tempat bersantai yang rindang. Saya bisa saja menghabiskan seharian tiduran di sini sambil menyeruput air kelapa muda tetapi tujuan awal saya kesini adalah berteriak karena penat dengan berbagai masalah.

Kami tertawa lepas, berfoto di sekitar pantai, berkeliling pemukiman disekitar pantai dan teriak sampai suara penghabisan. Sulit dipercaya akhirnya kami berlibur berdua, senyuman tersungging di bibir kami berdua. Walau hanya satu malam, tapi benar-benar semuanya pas! Sebelumnya, kami dilarang bermain dipantai memakai kaos hijau atau apapun yang berwarna hijau karena pantai santolo merupakan pantai selatan. Pantai Selatan identik dengan sosok Nyi Roro Kidul.

Sekitar pukul 14.00 kami bergegas pulang dengan bus kecil dan dilanjutkan menaiki sebuah mobil sewa yang kami bayar 35.000. Ternyata akses pulang jauh lebih mahal tapi ya sudahlah yang terpenting kami puas bermain dipantai dan tidak perlu menuju lokasi pantai yang jauh.

Menurut saya, pejalan yang baik tidak mempersoalkan destinasi. Setiap tempat punya karakter, baik itu di dalam maupun luar negeri. Selain itu, ia tak juga mempersoalkan cara perjalanan. Traveling adalah cara. Cara untuk belajar, untuk menuju suatu tujuan. Saya yakin semua traveler punya tujuan baik. Hanya saja, gengsi itu sering datang tanpa permisi. Apa tujuan Anda traveling?

Perjalanan dengan musik

Sebagai seorang penyuka musik, saya anggap perjalanan sebagai waktu untuk fokus ke musik. Sepanjang jalan bisa membekap kedua telinga dengan earphone. Mendengarkan ribuan lagu yang sengaja dimainkan acak. Bagi beberapa orang, musik bisa menjadi candu dalam hidupnya. Agaknya berlebihan, tapi itu terjadi kepada beberapa saudara dan teman saya.

Saya tergolong orang yang tidak suka menyanyi tetapi menyukai musik. Maksudnya, saya suka dan hanya sebatas itu. Terlepas dari itu, musik itu inspirasi.

Saya suka lirik-lirik yang ada. Ditambah lagi, dengerin lagu sambil menatap nanar ke jendela. You prefer to lock yourself along with melody

Musik adalah puisi yang tidak cukup hanya ditulis. Nada di dalamnya adalah bagaimana puisi tersebut diberikan suasana, sedih, senang, atau apa. Begitu. Kalau kamu?