song thai hostel

   
   

One of the great thing about travel is that you find out how many good kind people there are.

Dlm perjalanan traveling di Bangkok, Thailand, saya bertemu banyak orang baik salah satunya Ibu pemilik guethouse Song Thai tempat kami menginap. Lokasi guesthousenya cukup strategis, dekat dengan lokasi BTS Surasak. Dengan mengangkat konsep rumah tradisional khas Thailand, yang menggunakan kayu sebagai bahan bangunannya, guesthouse ini jd terasa artistik dan hawa didalam rumah jadi adem. 

Suasana guesthouse seperti di rumah sendiri, bisa menikmati minuman seperti kopi, teh, atau susu di lobi, tapi semua self-service. Bagi yang suka ke masjid bisa ikut shalat di Masjid Jawa karena dekat sekali. 

Si Ibu pemiliki guesthouse juga bisa bahasa Melayu meskipun Melayunya Melayu Thailand (Daerah Pattani, Yala). Ibu juga memberikan kami oleh-oleh berupa kripik utk dibawa pulang. Saya acungi dua jempol untuk Song Thai.

Iklan

Why Travel; Why Not?

   
   
   
Kalo kata temen, “Jalan-jalan mulu Din, banyak duit ya?”

Gue mungkin show on jalan-jalan gue karena gue happy dan pengen share ke semua orang agar mereka percaya kalo dimana ada keinginan, disitu ada jalan (dan tiket promo) haha, tapi apakah gue kesusahan kuliah dan nabung harus gue share terus? hehehe.

Weekend juga jarang hedon di kafe atau nonton konser, paling banter nonton bioskop (itupun di bioskop yang tiketnya murah hahaha gamau rugi pasti jatos), makan juga jarang banget yang mewah-mewah, kecuali ada moment tertentu, gue juga bukan pribadi yg suka keramaian, gue mmg ga habis pikir ngapain ngabisin waktu ootd cantik cuma buat nongkrong dicafe dan gosip. Bye. 

Di balik foto-foto senyum riang gembira, banyak kesusahan juga di baliknya…

Di balik check in di ibukota negara-negara, ada merana hemat anak kos sekaligus kerja sampingan jualin tiket.

Di balik foto-foto kece di luar negeri, ada pertanyaan Mama “baju kau kok itu aja? Pake dress jangan kemeja ajalah inang” “jilbab kau ga ada lagi yg lebih bagus warnanya?” yang biasa gue jawab “gpp loo ma, yang penting cantik, mau pake baju robek2 juga tetep cantik kan hahahaha”

Di balik duduk dan makan enak di pesawat, ada air mata yang jatuh saat menunggu bus atau angkot, karena hemat jatah bulanan.

“Terus gimana caranya bisa jalan-jalan terus? Apakah prioritas lo itu travelling?” Ada yang pernah nanya gitu juga ke gue

Gue bilang “Prioritas gue gak melulu travelling ko. Tapi gue berpikir mumpung gue masih muda dan belom banyak tanggungan (anak, atau cicilan rumah, mobil, etc) Jadi ini adalah saat yang tepat untuk gue traveling, melihat dunia dengan mata sendiri, gak cuma liat di wallpaper laptop atau foto-foto di instagram lonely planet.”

Karena akan datang saatnya gue harus meminta izin sama suami gue kalau gue mau melangkahkan kaki ke luar rumah.

Karena nanti akan ada saatnya gue sibuk nyari uang untuk biaya pendidikan anak-anak gue, atau mungkin jadi ibu rumah tangga yang bertanggung jawab ngurus anak-anak gue sendiri di rumah, bukan ngasihin ke pembantu atau ke orang tua gue.

Karena nanti akan ada saatnya dimana kaki gue terlalu lelah untuk berjalan, badan gue terlalu letih untuk seharian keliling kota atau snorkling di pantai.

Gue mau nanti gue punya banyak cerita ke anak gue, “never give up on your dreams dan bermimpilah setinggi mungkin”, mau kuliah di luar negeri, dapet beasiswa ataupun hasil kerja keras sendiri, atau mau traveling dan melihat dunia dengan mata sendiri, biar gak jadi orang yang berpikiran sempit, apalagi menganggap orang lain “pamer” karena ngeshare foto-foto liburan mereka, padahal mereka justru ingin berbagi karena ingin orang lain terinspirasi dan yakin kalau mereka mau pasti ada jalan, untuk apapun itu (in a good way).

Gue mau anak gue tau walaupun perempuan, tapi harus mandiri, harus berani kemanapun sendiri dan pastinya harus bisa menghasilkan uang sendiri (kayak gue skrg still jobless tapi tetep usaha) dan tidak tergantung sama orang lain.

Dan karena traveling sedikit banyak menyadarkan gue bahwa banyak yang gue dapet dari traveling. Jadi lebih percaya diri, berani keluar dari comfort zone, lebih bersyukur dengan apa yang gue punya, lebih mandiri, lebih bisa adaptasi dengan baik, gak judgmental dan bisa menerima perbedaan, dan pastinya mengurangi stress berlebihan gue krn kuliah dulu.

Gue bahagia walaupun gue harus gendong-gendong backpack 10kg ke berbagai kota, backpain plus lagi period (kebayang ga nyerinya?).. Nyiapin itinerary, Capeekk, tapi pengalaman gue bertambah:)