JATUH CINTA PADA IBOIH

(24/08/2015) Selamat datang di Tanah Rencong!

Matahari yang cerah menyambut kedatangan kami di Terminal Batoh, Banda Aceh. Lelah menyelimuti masing-masing dari kami karena hampir 10 jam berada di bus Sempati Star. Syukurlah kami tiba juga di tanah rencong.

Tiba di Banda Aceh bukan berarti kami sudah tiba pada tujuan awal, Kota Sabang di Pulau Weh. Kami masih harus melanjutkan perjalanan darat dan laut. Pelabuhan Ulee Lheu berada cukup jauh dari Terminal Batoh, kami memutuskan untuk memilih moda transportasi taksi. Berhubung kami berempat, biaya yang dikeluarkan untuk naik taksi tidak terlalu mahal.

Beruntungnya kami berkenalan dengan Bang Sapri saat tiba di Pelabuhan Ulee Lheu. Bang Sapri dengan ramah menawarkan paket perjalanan wisata mengelilingi Banda Aceh kepada kami, kami lantas menerima pastinya dengan nego harga terlebih dahulu. Ohya, supir taksi yang membewa kami ke Pelabuhan Ulee Lheu memberikan kontak seseorang yang dapat kami hubungi jika kesulitan di Sabang. Sebelum menaiki kapal, kami terlebih dahulu sarapan di sekitar pelabuhan. Sialnya, kami tidak langsung bertanya kepada pihak pelabuhan mengenai kapal yang akan berangkat malah bertanya kepada Mbak-mbak penjual Lontong dan Nasi Gurih. Akhirnya, kami ditipu mengenai jadwal keberangkatan Kapal Lambat dan mengikhlaskan ketinggalan Kapal Lambat.

Jumlah Kapal Lambat yang sedikit menjadi kendala untuk tiba di Pelabuhan Balohan dengan biaya murah. Kapal cepat tersedia banyak, tetapi lumayan mahal sekitar 75.000. Kapal lambat akan berangkat kembali di sore hari sedangkan kami tiba di Pelabuhan Ulee Lheu di waktu pagi. Rasa tak sabar menunggu membuat kami memutusan untuk mengunakan Kapal Cepat walaupun mahal dengan catatan saat kembali ke Pelabuhan Ulee Lheu kami harus menggunakan Kapal lambat yang hanya Rp 25.000.

Sekitar 45 menit kemudian, kami tiba dengan di Pelabuhan Balohan.

Pagi itu kami langsung bertemu dengan Bang Amat. Bayangan cantiknya Pantai di Pulau Weh langsung hinggap di kepala. Pada awalnya kami tidak ingin menggunakan jasa Bang Amat sebagai travel pariwisata di Sabang. Mengingat jalanan di Sabang dikelilingi jurang curam dan kami berempat hanya perempuan, kami memutuskan menyewa jasa Bang Amat selama berada di Pulau Weh. Bayangan perjalanan menggunakan motor selama di Pulau Weh di buang jauh-jauh. Perjalanan pertama kami menuju Pantai Iboih. Sepanjang perjalanan menuju Pantai Iboih jarang kami temukan motor apalagi mobil Jalanan benar-benar sepi, tak ada macet sedikitpun.

Walau berkelok-kelok, jalanan menuju Pantai Iboih beraspal mulus. Saya menikmati pemandangan hutan yang berkabut tebal. Tak perlu menghidupkan Air Conditioner karena cukup membuka kaca mobil, kami sudah dibelai dengan udara dingin sejuk. Wajah lelah saya yang tadinya semendung langit yang akan hujan berubah cerah begitu tiba di Pantai Iboih.

Erick Green Hostel, begitu nama hostel tempat kami menginap.

Erick Green House

Erick Green House

Saya langsung senang karena kamarnya luas, tempat tidurnya double dengan sprei yang bersih, Balkonnya dilengkapi kursi santai dan pintu antara kamar dan balkon bisa dibuka lebar sehingga tidak berasa ada pembatasnya. Interior kamarnya memang sederhana, hanya berwarna putih tanpa ada lukisan atau apapun tergantung di dinding. Saya tak berhenti berdecak kagum karena terumbu karang yang ada disekitar kamar saja sudah bagus dan menawan hati, apalagi spot snorkling yang lain.

Saya lalu mengganti baju agar makan siang dan langsung snorkling di Pulau Rubiah. Makan siang saya di sponsori oleh Ikan goreng khas lautan Sabang. Perut kenyang, hati senang dan saya tidak sabar ingin berenang.

Menuju Pulau Rubiah

Menuju Pulau Rubiah

Saya yang memang sudah tidak sabar ingin menceburkan diri ke air karena panas berlama-lama di atas kapal saat menuju Pulau Rubiah langsung meluapkannya dengan berendam kesana-kemari. Airnya jernih membuat kita bisa melihat terumbu karang dan ikan-ikan tanpa harus menyeburkan diri.

snorkling di pulau rubiah

snorkling di pulau rubiah

Dari cerita abang Snorkling Guide, jika dipagi hari air bisa lebih jernih dan foto akan lebih bagus. Saya tidak cukup puas dengan hasil snorkling hari itu karena dilakukan di sore hari dan terlalu ramai. Sedih betul rasanya. Tapi bagaimanapun, kami tidak mungkin mengulang snorkling esok hari mengingat waktu yang tidak banyak. Saya harus kembali secepatnya ke Jatinanor karena perkuliahan akan kembali aktif setelah libur panjang. Walaupun begitu, pemandangan bawah laut Rubiah Island memang membuat saya berdecak kagum, Beragam jenis terumbu karang berbagai warna yang dilewati ikan-ikan karang cantik benar-benar memanjakan saya.

saya bersama ikan dan terumbu karang

saya bersama ikan dan terumbu karang

Jam 5 sore kami sudah kembali ke hostel, bebersih diri dan bersantai menikmati sore di balkon menunggu senja yang tak kunjung datang. Langit sore itu agak mendung namun semburat senja merah masih terlihat sedikit dibalik awan. Apalagi yang bisa saya katakan selain mengucap syukur.

senja yang malu-malu

senja yang malu-malu

Kami menghabiskan malam dengan menyantap kudapan khas tanah rencong di warung yang berada disamping hostel. Walau hanya Roti Cane dan Martabak Telor, karena di santapnya sehabis lelah berenang, nikmatnya berkali-kali lipat. Ditambah dengan pemandangan Bule ganteng yang mondar mandir serta teh manis yang menghangatkan tubuh kami yang kedinginan dan kelelahan. Setelah puas, kami kembali kekamar untuk tidur cepat karena esok akan lebih menarik.

(25/08/2015) Pagi yang malas untuk bangun dari tempat tidur.

Dari bilik-bilik pintu kamar terlihat cahaya matahari memanggil, saya bergegas membuka pintu kamar. Hamparan lautan dipeluk kabut. Pagi itu, nampaknya matahari malu memperlihatkan wujudnya. Suasana liburan di pantai sudah terasa, langit semakin merekah.

DSC_0584

Kemarin sebelum kembali ke hostel, kami berbincang dengan abang snorkling guide, kami disarankan untuk sarapan ke Iboih Inn sebelum meninggalkan kawasan pantai Iboih. Kami berempat bergegas ke Iboih Inn dan bersantai sejenak.

Iboih Inn, hostel terkenal di Sabang.

Iboih Inn, hostel terkenal di Sabang.


bersantai sejenak di balkon Iboih Inn

bersantai sejenak di balkon Iboih Inn

 
Setelah puas berfoto di Iboih Inn, kami kembali ke Hostel untuk bersiap-siap karena akan menempuh perjalanan mengelilingi Sabang. Jadi siapa yang tidak jatuh cinta dengan Iboih?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s