Teruntuk Ayah

  

Tangan kokoh beliau lah yang pertama kali menyambut titipan Tuhan menatap dunia. Dengan tangan yang sama, Ia menuntun seorang gadis kecil belajar berjalan menapaki tanah. Ketika tangis memecah tawa, tangan tersebut berhasil menghapus air mata yang jatuh membasahi pipi anak pertamanya. Tangan kasarnya yang telah berhasil menghidupi saya menjadi seorang perempuan dewasa. Dan tangan tersebutlah yang akan menghantarkan saya untuk hidup bersama dia imam saya, nantinya.

Selamat ulang tahun Papa. Tidak pernah sedikitpun terbayang kalau saya bukan lahir sbg anak anda. Mungkin yang ada hanyalah Af yg manja dan lemah. Terima Kasih sudah mendidik saya dengan baik dan penuh rasa kasih sayang. 

Terimakasih telah memberikan pemahaman kepada saya sejak kecil bahwa dunia ini luas dan perlu langkahi. Semua memang salah Papa  jika saya selalu ingin berjalan dan bertemu dunia baru! 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s