Salam Namaste, India!

Suatu sore, seorang teman saya bertanya, “kemana sih impian liburan kamu? kecuali eropa?”

“INDIA, sahutku.

“Ngapain India? Kamu pikir kondisi geografis India itu sama dengan yang terlihat pada Film Bolywoodnya?”

Begini skemanya,

Berkunjung ke destinasi dengan pemandangan menakjubkan sepertinya sudah biasa dilakukan, namun berkunjung ke tempat dengan padat penduduk, ibu-ibu mandi dikali yang berada pinggir jalan bahkan mencuci baju, sapi berkeliaran di jalanan, desak-desakan dengan manusia, pride warga-nya akan kebangsaan masih tinggi (bangga pake produk dalam negeri termasuk bolywoodnya, cuy), anak-anak muda yang masih suka memakai cara berpakaian khas india seperti shalwar kameez dan tak ketinggalan dupatta. Interaksi sosial seperti inilah yang ingin saya lihat langsung, sebelumnya saya hanya melihat hal ini di film Slumdog Millionaire dan Peekay.

“Suatu saat saya pasti akan menyempatkan diri berkunjung ke India, negara yang identik dengan agama Hindu tersebut”.

Teman saya masih heran dan kemudian tertawa.

Saya tak peduli streotip yang berkembang tentang India, saya tetap ingin ke India dan memulai petualangan perjalanan disana walaupun banyak artikel yang menyebutkan bahwa wisatawan perempuan diminta untuk ekstra hati-hati. Berikut hal-hal yang mendorong saya ingin ke India :

1.Saya akan  menonton  Film Bolywood di bioskop Mumbai

Film-film Bolywood sempat memuncak di Indonesia pada permulaan tahun 2000. Saya adalah salah satu diantara masyarakat yang mengikuti fenomena film-film tersebut. Kehidupan masyarakat, pemuda, dan percintaan, semua tergambar seimbang dengan balutan budaya yang khas.

photo by movies4you.com
photo by movies4you.com
Saya baru sadar, film India punya arti besar dalam masa-masa remaja saya karena pasca Kuch-Kuch Hota Hai, perfilman India mendapatkan ketenaran hebat yang belum pernah mereka dapatkan sebelumnya dan saya ikut terhipnotis. Saya mengetahui tempat-tempat indah di pelosok dunia karena film Bolywood, seperti Taman jembatan Broklyn di film Kal Ho Na Ho, Santorini lewat film Chalte-Chalte 

Saya penasaran, bagaimana menari dan bernyanyi ala film Bolywood diterapkan di India dan untuk itu juga saya ingin melihat langsung di sana.

2. Saya ingin menggunakan Sari

photo by: mohr-mcpherson.com
photo by: mohr-mcpherson.com
Jika keseharian saya identik dengan jeans, kaos dan kemeja, keseharian gadis-gadis India identik dengan Sari. Melihat gadis film-film India yang menggunakan Sari, saya tertarik ingin mencoba menggunakannya, terlihat feminim dan anggun.

3. Memakai Aksesoris, Bindi dan Henna

photo by rebloggy.com
photo by rebloggy.com
Suatu saat saya ingin memakai Bindi di dahi saya, walaupun bindi merupakan tanda pengorbanan seorang wanita di India. Selayaknya seorang wisatawan, saya ingin tampil cantik dengan aksesoris berupa titik merah tersebut dengan dibalun oleh aksesoris-aksesoris gelang kaki, cincin dan kalung emas. Tak hanya dari keluarga berada saja yang mengenakan perhiasan ramai di India, hampir semua kalangan mengenakan perhiasan banyak di tubuhnya, baik imitasi atau asli.

photo by truephotography.com
photo by truephotography.com
Saya juga akan memotif telapak tangan saya dengan Henna. Henna merupakan seni lukis di tanan yang terbuat dari tumbuhan dan tidak permanen jika dilukiskan dikulit, berbeda dengan Tatto.

4. Mengikuti Festival Holi. 

Seperti Indonesia, masyarakat India juga beragam suku, agama dan budaya. Keragaman ini menghasilkan begitu banyak festival-fetival unik, salah satu yang populer adalah Festival Hoi. Festival ini merupakan kegiatan  dimana warga saling melemparkan bubuk berwarna-warni ke satu sama lain.

photo by edition.presstv.ir
photo by edition.presstv.ir
Seusai festival ini, India jadi lebih berawarna semarak. Saya sering melihat adegan ini di film-film Bolywood, seperti Mohabbatein dan Yeh Jawaani Hai Deewani. Sungguh, Film Bolywood sukses mengangkat budaya mereka kedalam film-film besutan negaranya.

5. Mengunjungi Taj Mahal

photo by blog.lefigaro.fr
photo by blog.lefigaro.fr
Kisah romantis di balik pembangunan Taj Mahal menarik jutaan wisatawan untuk mengunjungi bangunan yang sepintas terlihat sperti mesjid, termasuk saya. Taj Mahal merupakan salah satu tujuh keajaiban Dunia. Sebanyak 43 jenis batu permata, termasuk berlian, kristal dan nilam digunakan untuk memperindah Taj Mahal. Saya ingin sekali mengunjuni bukti cinta Kaisar Mughal Shah Janan ini kepada istrinya.

6. Mengisi memori kamera dengan foto-foto Human Interaction

Seperti yang telah saya sebutkan di atas, saya pasti akan menemui banyak human interaction di India. Saya bisa melihat manusia-manusia yang berdesakan, laki-laki tua yang melepas sapi ke jalan, seorang gadis yang sembayang, anak kecil yang berlari dijalanan.

istimewa
istimewa
photo by www.abc.net.au
photo by abc.net.au
Jika Eropa dan Asia penuh dengan keindahan alam, maka saya akan banyak menemui Human Interaction di India.

7. Mencicipi Jajanan khas India

Jajanan di india juga diramaikan oleh penjaja dagangan, seperti samosa, kari dan berbagai manisan. Bahkan di kota-kota besar seperti Mumbai, pedagang kaki lima tak mau ketinggalan berjualan.

samosa. photo by thinkindia.net.in
samosa. photo by thinkindia.net.in
photo by ninefinestuff.com
Gol Gappa. photo by ninefinestuff.com
Laddu (manisan). photo by lalasweets.in
Laddu (manisan). photo by lalasweets.in
Saya tertarik mencoba salah satu jajanan khas India, yaknik Gol Gappa, jajanan yang saya ketahui ketika melihat penganan tersebut di Film Rab ne Bana De Jodi.

Lebih dari sekedar pemandangan gunung, pantai atau keindahan alam, berlibur ke India juga pasti akan mengaksyikkan kok dengan melihat kehidupan interaksi sosial masyarakatnya. Jika ingin melihat keindahan alam bisa juga mengunjungi Lembah Kashmir atau Shimla. Jadi apa yang salah dengan pilihan liburan ke India? πŸ™‚

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s