Bagaimana Seharusnya?

Dua bulan belakangan ini saya sibuk dengan kegiatan perkuliahan, tugas-tugas yang begitu rumit dengan paham deadline sebagai garis keras. Saya semakin terbiasa dengan siklus kehidupan kampus-tugas-deadline walaupun sebenarnya saya merasa kesepian. Pun perhatian orangtua dari jauh selalu ada, saya tetap merasa kesepian. Ragam masalah muncul di ke-21 tahun kehidupan, saya butuh teman untuk bercerita tetapi semua terlihat memiliki kesibukan masing-masing baik seseorang yang mengaku sahabat hingga yang mengaku sedang mengejar perhatian dari saya, semua terlihat sama. Tempat bercerita, berbagi dan berkeluh kesah hanya tulisan dan seseorang yang saya sebut Ibu. Masalah geger budaya yang belum sepenuhnya lepas dari diri saya membuat saya selalu merasa kesepian berada di bumi padjadjaran. Minder dan berbagai ketakutan akan gagal cita-cita semua semakin jelas terlihat di benak saya.

Bagaimana seharusnya?

Ini cerita bagaimana saya menciptakan dunia dan melawan berbagai masalah tersebut saat saya sedang membutuhkan teman, bertukar pikiran, ataupun berkeluh kesah tetapi tak ada yang bersedia. Sekarang, Jika saya merasa sejuta suara mendesak masuk tanpa henti dan di sekeliling terlalu penuh akan hiruk pikuk manusia, saya selalu berusaha menyingkir dan menciptakan ruang tenang sendiri. Saya bisa masuk ke dalam kamar mandi, tempat yang terkadang melahirkan inspirasi. Berpura-pura sakit perut selayaknya baru saja salah makan, lalu melamun.

Saya semakin percaya, bahwa dunia ini ada karena diri sendiri yang menciptakan, begitu pun dengan ketiadaannya. Masalah-masalah yang semakin rumit dan bergejolak dipikiran saya semoga dapat membuat saya menjadi sosok yang lebih dewasa.

 

Ini cerita tentang bagaimana aku menciptakan dunia ketika hidup tidak sedang membutuhkan teman bertukar pikiran, mengobrol haha hihi, atau berkeluh kesah tanpa jeda.

Jika kau merasa hari ini sejuta suara mendesak masuk tanpa henti dan sekelilingmu terlalu penuh akan hiruk pikuk manusia, kurasa kau perlu sedikit menyingkir dan ciptakan ruang tenangmu sendiri.

Begitu pun aku.

Kau bisa berjalan ke tempat ramai, tetapi pikirkanlah padang rumput. Yang hijaunya bagai rumput tetangga, yang luasnya bagai angkasa. Anggap saja kau Adam saat pertama kali dilempar ke bumi, sebelum tulang rusuknya diambil dan kemudian lahirlah Hawa.

Kau bisa saja pergi ke tempat-tempat wisata yang kau temui di blog-blog para pejalan. Hiduplah seolah-olah kau adalah mereka, yang senang berpergian seorang diri demi mencari makna sebuah perjalanan atau mungkin berbaur dengan budaya setempat.

Pun kau bisa masuk ke dalam kamar mandi, tempat yang tanpa kau sadari sering lahirkan inspirasi. Berpura-pura sakit perut selayaknya baru saja salah makan, yang membuat kau tak bisa lepas dari kamar mandi. Dan akuilah, tiada tempat tertenang di bumi ini selain kamar mandimu, bukan?

Akhirnya, kita sudah sampai pada ujung tulisan. Kemudian kau bertanya, mana tips dan trik yang aku janjikan? Percayalah, aku tidak bermaksud membuat kau tertipu. Tapi juga tak ingin membuat kau menjelma jadi penguasa-penguasa licik yang banyak berkeliaran hari ini. Aku hanya ingin mengajak kau bersama-sama menguasai pikiran sendiri. Bahwa dunia ini ada karena kau ciptakan, begitu pun dengan ketiadaannya.

– See more at: http://lauradamerosa.tumblr.com/#sthash.yA1jWL93.dpuf

Ini cerita tentang bagaimana aku menciptakan dunia ketika hidup tidak sedang membutuhkan teman bertukar pikiran, mengobrol haha hihi, atau berkeluh kesah tanpa jeda.

Jika kau merasa hari ini sejuta suara mendesak masuk tanpa henti dan sekelilingmu terlalu penuh akan hiruk pikuk manusia, kurasa kau perlu sedikit menyingkir dan ciptakan ruang tenangmu sendiri.

Begitu pun aku.

Kau bisa berjalan ke tempat ramai, tetapi pikirkanlah padang rumput. Yang hijaunya bagai rumput tetangga, yang luasnya bagai angkasa. Anggap saja kau Adam saat pertama kali dilempar ke bumi, sebelum tulang rusuknya diambil dan kemudian lahirlah Hawa.

Kau bisa saja pergi ke tempat-tempat wisata yang kau temui di blog-blog para pejalan. Hiduplah seolah-olah kau adalah mereka, yang senang berpergian seorang diri demi mencari makna sebuah perjalanan atau mungkin berbaur dengan budaya setempat.

Pun kau bisa masuk ke dalam kamar mandi, tempat yang tanpa kau sadari sering lahirkan inspirasi. Berpura-pura sakit perut selayaknya baru saja salah makan, yang membuat kau tak bisa lepas dari kamar mandi. Dan akuilah, tiada tempat tertenang di bumi ini selain kamar mandimu, bukan?

Akhirnya, kita sudah sampai pada ujung tulisan. Kemudian kau bertanya, mana tips dan trik yang aku janjikan? Percayalah, aku tidak bermaksud membuat kau tertipu. Tapi juga tak ingin membuat kau menjelma jadi penguasa-penguasa licik yang banyak berkeliaran hari ini. Aku hanya ingin mengajak kau bersama-sama menguasai pikiran sendiri. Bahwa dunia ini ada karena kau ciptakan, begitu pun dengan ketiadaannya.

– See more at: http://lauradamerosa.tumblr.com/#sthash.yA1jWL93.dpuf

Ini cerita tentang bagaimana aku menciptakan dunia ketika hidup tidak sedang membutuhkan teman bertukar pikiran, mengobrol haha hihi, atau berkeluh kesah tanpa jeda.

Jika kau merasa hari ini sejuta suara mendesak masuk tanpa henti dan sekelilingmu terlalu penuh akan hiruk pikuk manusia, kurasa kau perlu sedikit menyingkir dan ciptakan ruang tenangmu sendiri.

Begitu pun aku.

Kau bisa berjalan ke tempat ramai, tetapi pikirkanlah padang rumput. Yang hijaunya bagai rumput tetangga, yang luasnya bagai angkasa. Anggap saja kau Adam saat pertama kali dilempar ke bumi, sebelum tulang rusuknya diambil dan kemudian lahirlah Hawa.

Kau bisa saja pergi ke tempat-tempat wisata yang kau temui di blog-blog para pejalan. Hiduplah seolah-olah kau adalah mereka, yang senang berpergian seorang diri demi mencari makna sebuah perjalanan atau mungkin berbaur dengan budaya setempat.

Pun kau bisa masuk ke dalam kamar mandi, tempat yang tanpa kau sadari sering lahirkan inspirasi. Berpura-pura sakit perut selayaknya baru saja salah makan, yang membuat kau tak bisa lepas dari kamar mandi. Dan akuilah, tiada tempat tertenang di bumi ini selain kamar mandimu, bukan?

Akhirnya, kita sudah sampai pada ujung tulisan. Kemudian kau bertanya, mana tips dan trik yang aku janjikan? Percayalah, aku tidak bermaksud membuat kau tertipu. Tapi juga tak ingin membuat kau menjelma jadi penguasa-penguasa licik yang banyak berkeliaran hari ini. Aku hanya ingin mengajak kau bersama-sama menguasai pikiran sendiri. Bahwa dunia ini ada karena kau ciptakan, begitu pun dengan ketiadaannya.

– See more at: http://lauradamerosa.tumblr.com/#sthash.yA1jWL93.dpuf

Ini cerita tentang bagaimana aku menciptakan dunia ketika hidup tidak sedang membutuhkan teman bertukar pikiran, mengobrol haha hihi, atau berkeluh kesah tanpa jeda.

Jika kau merasa hari ini sejuta suara mendesak masuk tanpa henti dan sekelilingmu terlalu penuh akan hiruk pikuk manusia, kurasa kau perlu sedikit menyingkir dan ciptakan ruang tenangmu sendiri.

Begitu pun aku.

Kau bisa berjalan ke tempat ramai, tetapi pikirkanlah padang rumput. Yang hijaunya bagai rumput tetangga, yang luasnya bagai angkasa. Anggap saja kau Adam saat pertama kali dilempar ke bumi, sebelum tulang rusuknya diambil dan kemudian lahirlah Hawa.

Kau bisa saja pergi ke tempat-tempat wisata yang kau temui di blog-blog para pejalan. Hiduplah seolah-olah kau adalah mereka, yang senang berpergian seorang diri demi mencari makna sebuah perjalanan atau mungkin berbaur dengan budaya setempat.

Pun kau bisa masuk ke dalam kamar mandi, tempat yang tanpa kau sadari sering lahirkan inspirasi. Berpura-pura sakit perut selayaknya baru saja salah makan, yang membuat kau tak bisa lepas dari kamar mandi. Dan akuilah, tiada tempat tertenang di bumi ini selain kamar mandimu, bukan?

Akhirnya, kita sudah sampai pada ujung tulisan. Kemudian kau bertanya, mana tips dan trik yang aku janjikan? Percayalah, aku tidak bermaksud membuat kau tertipu. Tapi juga tak ingin membuat kau menjelma jadi penguasa-penguasa licik yang banyak berkeliaran hari ini. Aku hanya ingin mengajak kau bersama-sama menguasai pikiran sendiri. Bahwa dunia ini ada karena kau ciptakan, begitu pun dengan ketiadaannya.

 

– See more at: http://lauradamerosa.tumblr.com/#sthash.ojc0YzR0.dpuf