Ompungku telah ompong

Gambar

Aku cucu pertama ompung.

Kebahagiaan ompungku begitu sederhana, hanya membawa aku jalan-jalan naik sepeda ontelnya, raut wajahnya berubah menjadi ceria dan bahagia. Ompung suka kue bolu masakan ibuku. Ompungku tak memiliki gigi lagi, makanya ia gemar makan kue.

Ompung suka membaca buku, koleksi buku beliau diberikan kepadaku. Ompung rindu masa muda. Ingin cepat-cepat mengakhiri masa tua yang memaksanya bertingkah kekanakan. Ompungku orang yang keras, tapi usia membuatnya merunduk.. Jika anak-anak kecil berlari-lari diatas kakinya, Ompung berlari-lari diatas kenangan didalam kepalanya. Ompungku membenci sejarah, tetapi beliau memberikan aku banyak buku mengenai orde baru.. mungkin, supaya aku tahu penderitaan, aib-aib dan dosa sejarah yang bahkan ompungku ku sendiri malu dan sedih untuk bercerita.

Ompung ku sudah bosan dengan Bumi. Beliau sedih melihat Nenek yang tidak kunjung sembuh dari penyakitnya. Kadang disentuhnya perlahan rambut nenek yang terbaring diatas tempat tidur sambil menatap lampu di langit-langit.

Ompung Mulia Hasibuan. Ada yang kangen. Tau siapa? Itu aku.. Rindu ini terkumpul dalam ingatanku. Aku merindukan ompung, Aku ingin bercerita banyak tentang kehidupanku di kepala dua. Cerita tentang pencarian identitas diriku di perantauan. Aku hanya ingin tidur diatas kaki ompung yang sudah tidak bisa menggendong aku lagi.

Serpihan masalah dari Orde Baru

Masih ingat dengan Marsinah? Seorang buruh yang sudah berapa tahun kasus kematiannya berlalu dengan tenang. Ini satu kasus. Banyak kasus pembunuhan yang tak tuntas sampai ke akar. Marsinah… membuktikan bangsa ini masih dijajah.

foto 2

Masih ingat wiji tukul? Ya, Mas Wiji Thukul pendahulu Munir. Lebih dulu “dihilangkan” agar suara-suara lantangnya tak lagi terdengar. Kegiatannya mendidik anak-anak kampung dianggap memantik kebencian di Orde Baru. Wiji Tukul bukan intelektual jebolan kampus, bukan pula sastrawan berpenghargaan, Tukul hanya tahu seperti apa itu melawan rezim.

Tahun 2013, Wiji Thukul yang hilang diculik tersebut tepat berulangtahun ke 50, Apa kabar raga penyair tersebut?Tahun 2013, Mbakyu Marsinah cerita kematianmu tiba-tiba banyak menggema lagi di layar kaca, tapi masih berani kah penguasa membuka mata dan telinganya?

foto 1

Sekarang di 2013, Soekarno, Soeharto, Susilo, anak SD dipaksa ingat pidato mereka. lantas, lupa pada suara lantang Wiji Tukul, atau bahkan Munir. Mungkin, mereka aktivis yang menghilang tanpa sebab atau yang dibunuh karena suara-suara lantangnya, di tempat yang tak terlihat sedang bersuara “Dimana kalian saat aku di bunuh dan di hilangkan paksa? kenapa baru sekarang kalian banyak bicara tentang keadilan” (Marsinah,wiji tukul,munir)

Era kebodohan

Mari kita buka tulisan kali ini dengan  foto di bawah ini:

Gambar

Lihat, betapa media gencar mempublikasikan tentang bahasa “Vickynisasi” hal-hal yang sebenarnya tidak jauh lebih penting dari kasus hilangnya 12 aktivis di orde baru, edukasi politik untuk Pemilu 2014, atau kasus-kasus korupsi yang tak kunjung usai dituntaskan.

Mengapa? Karena ini adalah era di mana orang atau kejadian yang bodoh dieksploitasi, dijadikan bahan pembicaraan, diberi panggung, dan dibuat eksis. Berhentilah menjadi orang bodoh.

Tabloid Nekat

Gambar

Menjadi pemimpin di redaksi majalah dengan modal nekat, akhirnya terbitlah majalah nekat dengan pengetikan yang gagal. Hanya di majalah ini kalian menemukan kata “reporter” menjadi “reporte” dan tepat di halaman kedua.

Yasudahlah, yang terpenting dan terutama, apapun yang akan dilakukan, jangan lupa untuk mengecek ulang, jangan terburu-buru dan jangan menyerah. Pengalaman berharga yang saya dapat dari pembuatan majalah ini, walaupun majalah ini buruk rupa, dosen masih menghargai kerja keras kami. Terimakasih nilai A untuk mata kuliah pengantar Ilmu Jurnalistiknya bapak Sahala Tua Saragih! Yeay!

@afridinaays

Refleksi Pengantar Ilmu Jurnalistik (semester 2) – repost

Saat salah seorang dosen jurnalistik memberikan pengarahan mengenai pembuatan tabloid dikelas, saya telah berpikir pasti tugas ini akan memberikan banyak pengalaman menarik bagi saya di semester dua. Saat pembagian kelompok, saya mendapat kelompok yang terdiri dari empat orang dan hanya perempuan. Pada awalnya kami pesimis tetapi rasa tersebut harus kami lawan karena untuk mendapatkan hasil yang bagus harus optimis. Setelah berkumpul dengan teman-teman, kami sepakat akan membuat tabloid yang ditujukan kepada remaja perempuan. Tabloid tersebut akan memberikan informasi seputar gaya hidup remaja karena remaja merupakan masa-masa dimana seorang anak mulai belajar mencari jati dirinya selain itu karena kami perempuan, kami lebih peka terhadap hal-hal yang berhubungan dengan perempuan.

Globulus yang dalam bahasa latin berarti kepompong sebagai nama tabloid yang akan kami terbitkan. Saya senang karena saran saya mengenai pemilihan kepompong sebagai nama tabloid diterima teman-teman kelompok. Saya memilih kepompong karena sesuai dengan masa remaja sebagai pintu menuju kedewasaan. Dalam proses pembuatan tablod tersebut, saya di percaya teman-teman untuk menjadi Pimpinan Pengurus dan Editor/Redaktur.

Proposal telah selesai, kami diberikan waktu untuk mempresentasikan di ruang kelas. Kami mendapat saran dari dosen, lebih baik tema dalam tabloid kami jangan melulu mengenai pendidikan tetapi tema-tema nakal yang berhubungan dengan remaja. Beberapa hari kemudian proposal yang telah direvisi selesai, akhirnya proposal kami diterima dengan tema pacaran dikalangan remaja.

Sabtu, 1 Juni 2013. Sebuah event mengenai tokoh anime yang dibuat Unit Kebudayaan Jepang Institut Tekhnologi Bandung berhasil kami liput. Event yang dilaksanakan setiap tahun tersebut bernama Hotaru .Walaupun hanya demi tugas, tetapi ada rasa bangga tersendiri saat saya menggunakan press card di Kampus ITB. Bergaya seolah-olah wartawan asli dan mewawancarai salah seorang panitia dan cosplayer di kampus ITB. Saya juga melihat banyak senyuman dan tawa remaja bahkan mahasiswa. Sangat menyenangkan!  Berhubung matahari perlahan tenggelam, kami bergegas menuju Warung Pasta dikawasan Dago. Kami berhasil meliput salah satu tempat hangout remaja Bandung tersebut. Setelah menghabiskan waktu di Hotaru dan Warung Pasta, kami menuju Warung Surabi Setiabudi yang menyajikan makanan khas Bandung, yaitu Surabi dengan berbagai rasa. Kedua Warung tersebut menyajikan makanan Lezat, tidak ada rasa penyesalan bagi kami walaupun harus mengeluarkan uang yang dapat dikatakan tidak sedikit, hehe. Akhirnya karena kami perempuan dan tidak aman pulang larut malam, kami memutusan tidur dirumah salah seorang anggota kelompok. Hari yang super menyenangkan dan tentu saja melelahkan.

Selasa, 4 Juni 2013. Kami menuju kawasan Mall Cihampelas untuk menanyakan pendapat remaja mengenai dampak positif dan dampak negatif pacaran bagi mereka. Kawasan Cihampelas sangat sepi dan kami menuju bergegas menuju kawasan Bandung Indah Plaza. Puas menerima pendapat remaja mengenai pacaran, kami memutuskan untuk pulang. Hari itu tidak terlalu melelahkan.

Selasa, 11 Juni 2013. Untuk rubrik topik utama dan wawancara, saya ikut mewawancarai bapak Fajar Syuderajat, Sos. Beliau salah seorang dosen di jurusan Humas, Fakultas Ilmu Komunikasi dan sedang menjadi mahasiswa S2 di Fakultas Psikologi, Universitas Padjadjaran. Kami menanyakan pendapat beliau mengenai pacaran.

Artikel tabloid telah tersusun tapi, Kendala yang membuat penerbitan tabloid lama yaitu pembuatan layout yang begitu susah. Kami membuat layout dengan seksama dan hati-hati dan membutuhkan waktu yang cukup lama. Kami tidak mendapat bantuan orang lain karena tugas ini adalah kewajiban kami selain itu juga memberikan pengalaman yang sangat menyenagkan. Bantuan orang terdekat juga tak lepas dari pembuatan tabloid ini, artikel yang kami dapat dari pengalaman sahabat-sahabat saat SMA , misalnya artikel tips merawat rambut. Saat cover dan layout serta artikel telah rampung, resolusi dalam layout yang kami buat salah. Rasa deg-degan menghantui, tetapi dengan doa dan kesabaran tabloid selesai walaupun mencetak tabloid harus diundur menjadi hari Kamis, 13 Juni 2013.

Saya menyukai tugas pembuatan tabloid ini, meski menyisakan lelah  yang luar biasa tetapi berkat tugas yang menarik ini saya mendapatkan banyak pengalaman-pengalaman bahwa menjadi wartawan tidak mudah. Mata kuliah Pengantar Ilmu Jurnalistik  memberikan banyak ilmu  kepada saya walaupun masih mendasar, terutama ilmu dari sepuluh elemen jurnalisme, tugas-tugas yang harus dikumpul tepat pada waktunya dan dari buku Jurnalis Berkisah ataupun JJS  yang mampu mengugah rasa semangat saya sebagai calon jurnalis.

Jurusan yang dipilih :

Saat mengisi form peminatan, saya memilih jurusan Manajemen Komunikasi karena mendengar cerita orang-orang terdekat prospek kerja lulusan manajemen komunikasi yang bagus dan luas. Tetapi setelah saya berpikir kedua kalinya dan dengan restu orangtua saya memilih Jurusan Jurnalistik. Saya merasa Jurusan Jurnalistik lebih tertantang. Seorang wartawan yang harus memiliki wawasan yang luas dan disiplin membuat saya semakin ingin berada di Jurusan Jurnalistik. Bila kita akan mewawancarai narasumber kita harus mengetahui istilah-istilah yang ada dibidang tersebut agar tidak bingung saat melakukan wawancara, mengetahui medan apa yang akan dilalui juga sangat perlu bagi wartawan, rumit tetapi lebih menantang! Selain itu wartawan sekarang banyak mendapat kendala internal. Kendala internal ini hampir terjadi di semua media massa di Indonesia, Kapitalisme menjadi dasar kendala ini. Begitulah yang terjadi di medai massa kita sekarang. Untuk terbit butuh dana yang tidak sedikit sehingga banyak media massa yang di manfaatkan orang. Dan itulah hal yang membuat saya ingin menjadi jurnalis, melawan keberpihakan yang tidak sesuai dengan hati nurani.

Faktanya, disemester 3 saya masuk jurusan manajemen komunikasi bukan Ilmu Jurnalistik. Ada beberapa alasan yang menyebabkan saya tidak memilih Jurnalistik walaupun cita-cita saya tak lepas dari dunia Jurnalistik. Semoga dengan menulis  suatu saat saya dapat menjadi seorang jurnalis walaupun sekarang masih terdampar dimanajemen komunikasi.

DEMI TOGA!!!!

Hello, universe!

Maaf-maaf nih ya, baru muncul lagi di-blog. kemarin saya vacuum bener-bener vakum dari dunia blog karena hal-hal yang sebenarnya lebih ke teknis menghambat saya dalam pengurusan blog pribadi saya ini. masalah kuliah, hati dan sangat banyaaaaak. Sebenarnya ngerasa bersalah juga sih membiarkan blog sebelumnya terbengkalai dalam jangka waktu yang cukup panjang dan akhirnya lupa password, but, well yaudah.. you have to know my communication science was very fantastic.

Image

Seperti yang terlihat pada gambar tersebut, Saat ini saya sedang berjuang demi memindahkan tali dari kiri ke kanan melalui proses panjang dan berstatus mahasiswa strata-satu Fakultas Ilmu Komunikasi Jurusan Manajemen Komunikasi, Universitas Padjadjaran, Jatinangor. Yapp! Fakultas yang saya duduki sekarang, bukan fakultas yang saya inginkan dulu. Tapi, saya pernah memilih fakultas ini sebelumnya saat snmptn tertulis. Jadi, kalau ditanya soal bersyukur? Awalnya mungkin susah, tapi selama mau mencoba menikmati, kenapa harus buang waktu lama cuma untuk menyesal?
Kadang ada hal-hal yang sepertinya tidak bisa dipilih. Dia muncul tanpa kita pernah memutuskan. Dia ada tanpa kita pernah sadari pernah memilihnya.

Untuk itu, Jika Allah mengizinkan, saya ingin survive di Unpad ini selama 3,5 tahun saja, dan setelah itu biarlah ilmu yang akan membawa saya ke tempat pengabdian pada negara.
well, doakan saya lancar.